Suara.com - LSM Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyebut ada 3 pembantu Presiden Joko Widodo yang tidak peka terhadap isu hak asasi manusia. Mereka patut dipecat.
Ketiga pejabat itu adalah Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno dan Jaksa Agung AM Prasetyo.
Kepala Biro Riset KontraS, Puri Kencana Putri menilai mereka adalah sosok anti penegakkan HAM. Hal itu terlihat dari sikap mereka dalam memimpin di 100 hari Pemerintahan Jokowi-JK.
"Hal itu terlihat dari Ryamizard Ryacudu bilang pembunuh Theis (Theis Hiyo Eluay, Ketua Presidium Dewan Papua) adalah pahlawan. Ini kan pernyataan yang tidak mengedepankan HAM," kata Puri di Jakarta, Rabu (4/2/2015).
Menurut Puri, kedekatakan Jokowi dengan Prabowo Subianto juga bisa memperlambat gerakan Jokowi dalam menegakan hukum dan HAM. Sebab mantan rival Jokowi saat Pilpres 2014 itu menyandang status pelanggar HAM.
"Jokowi harus mempertimbangkan itu," ujarnya.
Kemudian pernyataan AM Prasetyo selaku Jaksa Agung yang menyebut para narapidana mati dengan sebutan 'stok' telah mencederai HAM. Hal itu tidak sepatutnya keluar dari seorang pejabat negara.
"Menyebut orang yang terkena hukuman mati dengan 'Stok' itu jelas-jelas menunjukkan Jaksa Agung Prasetyo tidak mengetahui apa itu HAM," jelasnya.
Ia juga menyoroti sikap dan pernyataan Tedjo yang menyebut kelompok masyarakat yang mendukung KPK adalah rakyat tidak jelas. Menurutnya, seorang pejabat negara harus menjaga sikap dan pernyataan-pernyataannya.
"Tedjo harus banyak belajar. Masa menyebut rakyat tidak jelas, sedangkan yang memilih Jokowi jadi Presiden adalah rakyat. Posisi Menko itu penting, bila dia mengeluarkan statemen begitu sama saja menghambat Jokowi," tuturnya.
Oleh karena itu, lanjut Puri, KontraS mendesak Jokowi agar mengganti pejabat dan pembantunya yang tidak berkualitas.
"KontraS menilai, jika tidak kapabel (pejabat negara) maka reshuffle kabinet mutlak dilakukan," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya
-
Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religus Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman
-
Padahal Dijaga Ketat, Kapal Tanker Berhasil Tembus Blokade Ketat Militer AS di Selat Hormuz
-
Update Muktamar NU 2026: Jadwal, Lokasi, dan Teka-teki Calon Ketua Umum
-
KontraS Ungkap Sejumlah Kejanggalan Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Impunitas
-
Hotel Burj Al Arab Dubai Tutup Total Selama 18 Bulan, Dampak Serangan Drone Iran
-
Mengapa Donald Trump Unggah Foto Dirinya Mirip Yesus?
-
Iran Sebar Video AI Yesus Pukul Kepala Donald Trump Sampai Jatuh ke 'Neraka'
-
8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti
-
Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen