Suara.com - Pemerintah Yordania diam-diam telah melepaskan pemimpin spiritual organisasi teroris Al Qaedah, Sheikh Abu Mohammad al-Maqdisi. Tokoh yang dikenal dekat dengan mendiang Osama bin Laden itu diharapakan akan menjadi senjata utama untuk melawan pengaruh kelompok Negara Islam Irak dan Suriah di Timur Tengah.
Yordania tidak menjelaskan mengapa Al-Maqdisi dibebaskan pada Kamis (5/2/2015), hanya dua hari setelah ISIS merilis video yang menggambarkan pembunuhan keji pilot angkatan udara Yordania, Muath al Kasaesbe.
Seorang sumber internal militer Yordania mengatakan bahwa Al Maqdisi dibebaskan untuk kemudian diminta agar mengecam aksi brutal ISIS, menegaskan bahwa pembakaran Kasaesbe bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
Al Maqdisi diyakini sebagai penasehat spiritual Abu Musab al Zarqawi, pemimpin Al Qaedah Irak yang tewas oleh bom Amerika Serikat pada 2006. Hubungan Al Maqdisi dengan Zarqawi sendiri tak langgeng, karena belakangan ulama itu mengecam Zarqawi karena kerap membunuh warga sipil tanpa pandang bulu.
Al Maqdisi sendiri dipenjara selama beberapa tahun terakhir oleh pemerintah Yordania. Dia sempat dibebaskan pada Oktober 2014 setelah mengeritik pemimpin ISIS, Abu Bakar al Baghdadi secara terbuka.
Rencananya Al Maqdisi akan diwawancarai oleh stasiun televisi Yordania, Roya TV, pada Jumat (7/2/2015) malam. (Reuters)
Berita Terkait
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi