Suara.com - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menilai kesiapan masyarakat dalam mencegah bencana banjir masih rendah.
"Pengurangan risiko bencana di kalangan masyarakat masih rendah, buktinya saja setiap banjir, sampah menumpuk di pintu air Manggarai, ada kasur dan kulkas yang hanyut di sungai," ujar Sutopo di Jakarta, Rabu.
Dia menuturkan, pengetahuan masyarakat terkait bencana telah meningkat, namun pencegahan bahaya ini tidak mereka budayakan dalam kehidupan sehari-hari.
"Larangan membuang sampah sembarangan sudah sangat sering diingatkan, pasti masyarakat sudah mengerti, namun tetap saja buang sampah ke sungai," katanya menambahkan.
Menurut dia, pemerintah daerah maupun pusat perlu lebih memperhatikan masalah ini agar masyarakat menjadi lebih tanggap terhadap segala bentuk pencegahan kemalangan, karena pembuangan sampah tidak pada tempatnya merupakan salah satu penyebab bencana yang menghampiri ibu kota tersebut.
Menjadikan masyarakat tanggap bencana, lebih lanjut ia katakan, dapat membuat mereka kemudian tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah.
Selain itu, kerugian yang diakibatkan kemalangan ini akan berkurang, karena masyarakat sudah waspada dengan menyiapkan barang-barang mereka ketika potensi bencana diumumkan.
Hingga saat ini, jumlah kerugian akibat bencana banjir di Jakarta diperkirakan Rp1 triliun lebih, dimana angka tersebut dipertimbangkan dengan melihat terganggunya sejumlah aktivitas bisnis serta kegiatan masyarakat.
Menurut dia, potensi Jakarta mengalami banjir pada tahun ini telah dinyatakan mencapai akhir Maret, yang mana peningkatan jumlah kerugian sangat dimungkinkan terjadi.
Sebelumnya, kerugian yang ditimbulkan pada dua tahun banjir terparah di Jakarta mencapai Rp5 triliun pada 2014 dan Rp6,8 triliun pada 2007.
Oleh karena itu, pemerintah diimbau segera mengedukasi masyarakat.
"Sebaiknya, bekal terkait usaha pengurangan risiko ini diupayakan dari jenjang Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) sehingga dapat merata," kata Sutopo. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia