Suara.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) kota Surabaya baru memberikan lima akte kematian kepada keluarga korban pesawat AirAsia QZ8501.
Kepala Dispendukcapil kota Surabaya, Suharto Wardoyo mengatakan, pemberian akte kematian harus dilakukan secara hati-hati. Pasalnya, akte tersebut merupakan syarat pengurusan administrasi bagi pencairan klaim asuransi sebesar Rp. 1,25 Miliar.
Menurut Suharto, pihaknya sebenarnya telah mencetak 35 akte kematian bagi warga kota Surabaya yang menjadi korban pesawat AirAsia QZ8501. Namun, untuk sementara ini baru 5 akte kematian yang diberikan.
"Untuk sementara akte kematian kami cetak berdasarkan identifikasi 35 warga kota Surabaya yang dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim," ujar Suharto, Jumat (13/2/2015).
Warga kota Surabaya sendiri yang menjadi korban pesawat AirAsia QZ8501 diperkirakan mencapai 70 orang. Dari jumlah itu, separuhnya telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur.
Hingga berita ini ditulis, sebanyak 102 korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya. Sebanyak 79 korban telah berhasil diidentifikasi termasuk satu jenazah non human atau monyet. (Yovie Wicaksono)
Tag
Berita Terkait
-
AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global
-
Pasar Pengalaman Wisata Diproyeksi Tembus 342 Miliar Dolar, Atraksi Jadi Daya Tarik Baru Traveler
-
Tren Liburan 2025: Dari Lonjakan Pemesanan Hotel hingga Peran Teknologi Booking Cerdas
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
Gen Z Malaysia Jatuh Cinta pada Indonesia: Rahasia Promosi Wisata yang Tak Terduga!
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah
-
Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur
-
Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!
-
Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang
-
Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!
-
Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara
-
Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!