Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie mendorong Presiden Joko Widodo untuk segera membentuk panitia seleksi untuk proses persiapan pemilihan pimpinan KPK yang baru. Sebab, setelah Abraham Samad dan Bambang Widjojanto dijadikan tersangka oleh polisi, praktis sekarang tinggal dua pimpinan KPK yang tersisa.
"Ya dipercepat saja pembuatan pansel. Bikin pansel lebih cepat sehingga ada (pimpinan) yang baru," kata Aburizal di Jakarta, Selasa (17/2/2015).
Sebelumnya, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Nasional Demokrat Patrice Rio Capella juga mengusulkan agar Presiden Jokowi membentuk panitia seleksi. Dengan demikian, KPK tetap bisa bekerja setelah ditinggal pimpinan yang sekarang.
"Sambil dibentuk Pansel untuk KPK yang baru. Kalau bisa bulan depan," kata dia.
Dalam UU KPK, pimpinan KPK yang menjadi tersangka harus nonaktif untuk sementara.
Pagi tadi, Samad menjadi tersangka untuk kasus dugaan penipuan dokumen kependudukan. Kasusnya ditangani Polda Sulawesi Selatan Barat. Penetapan tersangka terhadap Samad dilakukan beberapa minggu setelah Bambang jadi tersangka dugaan kasus mengarahkan saksi memberikan keterangan palsu di pengadilan.
Satu persatu pimpinan KPK dipolisikan tak lama setelah KPK menetapkan calon Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan menjadi tersangka dugaan kasus gratifikasi dan suap. Budi sendiri kini telah lepas dari status tersangka setelah mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
'Ada Bukti Transfer Uang'! Pengakuan Saksi dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai
-
Jangan Tunggu Rakyat Menjerit! Guru Besar UMY Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Energi Nasional
-
Sita Bom Molotov! Polisi Tangkap 2 Orang Diduga Ingin Tunggangi Demo Mahasiswa di Jakarta
-
Pegawainya Terjaring OTT KPK, Pengawasan Internal BPK Dinilai Gagal Total
-
IKN Tidak Urgent! DPR Diminta Tolak Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun
-
Siasat Penjual Es Teh di Demak Jadi Kedok Edarkan Sabu, Ternyata Residivis dan DPO!
-
Pramono Respons Demo Mahasiswa di HI: Silakan Protes, Jangan Rugikan Publik
-
'BBM Kalian Mahal!' Riuh Klakson Pengendara di Sudirman Dukung Demo Mahasiswa
-
ICW: Audit BPK Jadi Komoditas Dagang, WTP Cuma Alat Pencitraan Politik
-
MBG Watch Curiga Narasi Selamatkan Aset Motor Listrik Hanya Tutupi Proyek Bermasalah