Suara.com - Kepala Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota Kombes Pol Rudi Setiawan menyatakan komitmennya menyelesaikan kasus dugaan penganiayaan yang dialami wartawan harian Radar Bekasi, Randy Yasetiawan (26).
"Kami bekerja profesional, dan sesuai prosedur. Saya tegaskan tidak ada yang intervensi kasus ini dan akan kita tuntaskan segera," katanya di Bekasi, Jumat (20/2/2015).
Menurut dia, jajaran terkait kepolisian tengah mengolah laporan dan bukti-bukti seputar tindakan penganiayaan yang dialami Randy.
"Semua pihak jangan terprovokasi dan harus menahan diri. Kita sedang proses laporannya," katanya.
Sebelumnya puluhan wartawan di Bekasi melakukan aksi damai di depan kantor DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bekasi, terkait insiden penganiayaan terhadap Randy yang diduga berkaitan dengan pemberitaan yang menyinggung salah satu pimpinan DPD PAN Kota Bekasi.
Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo menambahkan, korban telah divisum dan melaporkan kejadian itu kepada polisi.
"Korban sebelumnya diundang oleh Iryansyah selaku Ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kecamatan Bekasi Utara yang didampingi Ketua DPD PAN Faturahman untuk klarifikasi masalah pemberitaan yang terbit pada 18 Februari 2015," katanya.
Pada pertemuan yang berlangsung di Rumah Makan Arauna itu, korban, secara tiba-tiba didatangi dua pelaku yang lengsung menarik korban ke belakang rumah makan dan melakukan pengeroyokan.
"Setelah sampai di TKP, korban duduk, namun tiba-tiba datang dua orang pelaku yang langsung menarik korban kebelakang, dan melakukan pengeroyokan," katanya.
Korban yang merupakan warga Jalan Bumi Sani Kampung Bulu RT02/011 no.14 Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi itu menderita luka memar pada bagian pipi sebelah kiri dan pelipis sebelah kiri, serta punggung sebelah kiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam