Suara.com - Polisi tengah menyelidiki latar belakang kasus pengiriman paket berisi bahan peledak di pusat perbelanjaan ITC Depok dan di Kampung Ciketing Asem, RT 002/003, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat. Polisi curiga kasus ini memiliki kaitan dengan jaringan ISIS.
"Ini sedang diselidiki, oleh karena itu tunggu penyelidikan kami, sehingga bisa terungkap," kata Wakapolri Komjen Badrodin Haiti di Mabes Polri.
Menurut Badrodin modus kasus itu mirip dengan yang dilakukan jaringan teroris yang sudah dibongkar polisi, meski aksinya belum sempurna.
Badrodin menduga aksi di Depok dan Bekasi merupakan bagian dari eksperimen kelompok teroris.
"Oleh karena itu nanti bisa saja menjadi sesuatu modus kalau tidak ditanggulangi. Karena gas (serangkaian benda dalam paket bom) itu kalau bekerja sempurna bisa meledak," kata dia.
Badrodin mengatakan mengatakan kejadian di Depok dan Bekasi merupakan modus lama.
"Memang ancaman-ancaman seperti ini banyak, memang begitu, satu muncul kemudian diikuti teror-teror yang menggunakan SMS atau telpon. Kasus yang dulu-dulu juga seperti itu," kata Badrodin.
"Sebetulnya modus-modus yang lalu mudah terdeteksi sehingga mereka berusaha mengembangkan modus-modus yang baru. Sehingga bisa saja satu pengembangan baru atau pola yang lama diperbaharui," lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Gempa Hokkaido Magnitudo 6,2 Picu Risiko Tanah Longsor
-
3 Demo Bakal Kepung Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Imbau Warga Hindari Sejumlah Titik
-
Lokasi Penembakan di Acara Trump Sama dengan TKP Percobaan Pembunuhan Reagan
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman