Suara.com - Badan Organiasai Kebudayaan Dunia (UNESCO) mengutuk aksi kelompok radikal ISIS yang merusak museum bersejarah di Kota Mosul, Irak. UNESCO menyebut itu sebuah tragedi budaya.
Direktur Jenderal UNESCO bidang kebudayaan, Irina Bokova mengatakan serangan itu sebuah hasutan untuk memecah masyarakat di Irak. ISIS dianggap makin nyata meyebar kebencian.
"Saya mengutuk ini sebagai serangan yang disengaja terhadap sejarah dan budaya Irak. Ini sebagai hasutan inflamasi terhadap kekerasan dan kebencian," kata Irin seperti dilansr CNN, Jumat (28/2/2015).
"Serangan ini lebih dari sekadar sebuah tragedi budaya. Ini juga merupakan masalah keamanan karena akan menimbulkan sektarianisme, ekstremisme kekerasan dan menambah konflik di Irak," lanjutnya.
Sementara Dirjen Museum Irak Qais Hussain Rashid mengatakan ratusan situs bersejarah di museum itu rusak. Jumlahnya mencapai 173 situs.
"Museum Mosul memiliki 173 buah situs asli. Sementara Mosul memiliki lebih dari 1.700 situs sejarah yang harus dijaga karena berpotensi diserang lagi," jelasnya.
Sebelumnya Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menghancurkan patung bersejarah dan karya seni lainnya berusia ribuan tahun. Anggota kelompok radikal itu menggunakan palu dan bor untuk menghancurkan benda seni yang berada di sebuah museum di kota Mosul, Irak.
Dalam sebuah video yang beredar di dunia maya, sejumlah laki-laki berjanggut terlihat memasuki Museum Nineveh sambil membawa palu dan merusak patung berusia 3.000 tahun yang ada di depannya. Salah satu benda seni yang dihancurkan adalah patung dewa pelindung Assyrian yang dibuat pada abad 9 sebelum Masehi.
Salah satu laki-laki yang ada di video mengungkapkan, benda-benda itu dihancurkan karena dianggap sebagai berhala. Salah satu petugas museum mengatakan, ISIS sudah menguasai museum itu sejak Juni lalu. Ini bukan kali pertama kelompok militan itu menghancurkan benda-benda bersejarah.
Namun, ISIS diyakini tidak menghancurkan semua benda bersejarah di museum. Mereka diduga menjual sejumlah benda bersejarah di pasar gelap guna membiayai operasi berdarah mereka di wilayah itu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan