Suara.com - Rencana pembangunan bandara di Temon, Kulon Progo, Yogyakarta masih menuai penolakan sebagian warga setempat. Karena pembangunan bandara baru mendapat penolakan, pemerintah daerah mengadakan konsultasi publik. Hasil akhir konsultasi publik, pihak yang berhak dan mendapat undangan 2.603. Dari jumlah tersebut hadir 2.541 warga, tidak hadir 62. Dari warga yang hadir, 2.234 atau 85,2 persen menyatakan setuju dan tidak sepakat 11,84 persen.
"Warga terdampak bandara juga mendapat undangan sebanyak 460 warga, hadir 429, tidak hadir 31. Dari warga yang terdampak yang hadir dalam konsultasi publik yang mendukung sebanyaj 85,87 persen dan tidak sepakat 34,39 persen," kata Kepala Humas Pembangunan Bandara Baru Kulon Progo, Yogyakarta, Ariyadi Subagio, Jumat (20/3/2015).
Karena masih ada warga yang keberatan, tim Kajian Keberatan akan menemui sejumlah warga Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang "keberatan" atau menolak rencana pembangunan bandara baru di wilayah tersebut. Pertemuan tersebut akan dilaksanakan di Kantor Kecamatan Temon, Glagah dan Palihan.
"Sesuai peraturan perundangan, Tim Kajian Keberatan memang harus bertemu dengan warga untuk melakukan klarifikasi atas alasan keberatan warga terhadap rencana pembembangunan bandara yang telah disampaikan dalam konsultasi publik, serta menjelaskan kembali maksud dan tujuan pembembangunan bandara di Temon," kata Ariyadi.
Sampai saat ini, kata Ariyadi, berdasarkan kajian dokumen dan hasil klarifikasi di atas, Tim Kajian Keberatan akan menyusun rekomendasi kepada gubernur tentang diterima atau ditolaknya keberatan warga .
Hasil akhir konsultasi publik rencana pembangunan bandara baru yakni pihak yang berhak dan mendapat undangan 2.603, hadir 2.541, tidak hadir 62. Dari warga yang hadir, 2.234 atau 85,2 persen menyatakan setuju dan tidak sepakat 11,84 persen.
"Warga terdampak bandara dan mendapat undangan 460, hadir 429, tidak hadir 31. Dari warga yang terdampak yang hadir dalam konsultasi publik yang mendukung sebanyaj 85,87 persen dan tidak sepakat 34,39 persen," katanya.
Sebelumnya, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo akan menemui warga Kecamatan Temon yang masih keberatan atas rencana pembangunan bandara di wilayah tersebut.
"Konsultasi publik sudah selesai. Kami merencanakan akhir Maret akan melakukan pertemuan dengan warga yang belum setuju dengan rencana pembangunan bandara," kata Hasto.
Menurut dia, ada 308 warga Kecamatan Temon yang lahannya terkena rencana pembangunan bandara. Dari 308 warga ini tidak memiliki tanah, dimana 50 persennya merupakan petani penggarap.
Dia mengatakan pertemuan akan dibagi dalam tiga titik. Semua tergantung dari jumlah warga yang akan hadir. Pertemuan ini, harapannya masyarakat lebih jelas keuntungan adanya bandara dan memgetahui secara pasti alasan mereka menolak bandara.
"Berdasarkan data konsultasi publik, alasan penolakan itu cuma belum, belum, ada yang belum jelas. Makanya saya yakin mereka sebenarnya setuju, tapi mungkin terpengaruh," katanya.
Ketua Wahana Tri Tunggal (WTT) penolak bandara Lilik Martono mempersilakan bupati atau tim keberatan menemui warga yang masih keberatan. Namun, warga tetap pada pendirian yakni menolak bandara.
"Kami tetap pada pendirian yakni menolak bandara. Kami menolak bukan tanpa alasan, lahan kami produktif," kata Martono. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
-
Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional
-
1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam
-
Feng Shui Rumah Menghadap ke Arah Selatan, Bawa Hoki dan Bikin Karier Melejit
-
Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?
-
8 Cara Menghapus File Sampah dan Cache Tersembunyi di HP Android agar Penyimpanan Lega
-
Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
-
Kolaborasi Motul dan Von Dutch Rayakan Budaya Kustom Lewat Kampanye Lifestyle Otomotif