Suara.com - Kepolisian Resort Kota Pekanbaru, Riau, menangkap Sn (40) karena diduga melakukan pencabulan terhadap 10 anak lelaki di tempat tinggalnya.
"Kita masih melakukan pemeriksaan terhadap terlapor," kata Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Hariwiyawan Harun kepada wartawan di Pekanbaru, Senin (23/3/2015).
Ia mengatakan Sn ditangkap di rumahnya di Jalan Giam Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru. Pengungkapan kasus dugaan pelecehan anak yang rata-rata berusia di bawah 10 tahun itu, berawal dari laporan seorang kepada orang tuanya. Kemudian setelah didalami, ternyata terdapat sembilan anak lainnya yang diduga mengalami pelecehan seksual yang sama.
Ia mengatakan, polisi akhirnya mengamankan Sn untuk mencegah amukan warga yang saat itu sudah ramai mendatangi rumah pria yang berprofesi sebagai guru mengaji itu.
Selanjutnya, ia mengatakan guna memperkuat adanya bukti pelecehan seksual dan melengkapi berkas penyidikan, polisi meminta kepada korban untuk melakukan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.
Dari hasil penyidikan sementara, Sn mengaku telah melakukan aksinya tersebut sejak 2013. Perlakuan tak senonoh terhadap anak-anak itu terjadi di sebuah tempat ibadah yang digunakan untuk memberikan pelajaran agama kepada anak-anak didiknya.
Kemudian, Kompol Hary mengatakan dari hasil pemeriksaan juga didapat bahwa ternyata Sn merupakan residivis kasus yang sama.
"Ternyata setelah didalami, Sn merupakan residivis kasus yang sama dan ditahan di Bengkalis. Sn sendiri bebas pada 2011 silam," ujarnya.
Kemudian, kepada penyidik, Sn mengaku pada saat umurnya 14 tahun, dirinya juga korban pencabulan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun
-
Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas
-
Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka
-
Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi
-
Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap
-
Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta
-
Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa
-
Manuver Gibran dan Prabowo ke NasDem Jadi Sorotan, Arah Politik 2029 Mulai Terbaca?
-
Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok
-
Gus Irfan Jamin War Tiket Haji Tak Bikin Antrean Hangus: Jemaah Jangan Takut