News / Internasional
Selasa, 03 Maret 2015 | 20:15 WIB
Victor Barnard, buronan pencabul gadis yang ditangkap di Brasil. (Reuters/ASSECOM)

Suara.com - Kepolisian Brasil menangkap seorang pemimpin aliran sesat yang selama ini menjadi buronan di Amerika Serikat (AS). Si buronan dituduh sebagai pelaku pelecehan seksual terhadap gadis-gadis belia yang dijadikannya sebagai pengikut aliran sesatnya.

Kepolisian AS dan pihak berwajib Brasil mengumumkan pada akhir pekan lalu bahwa mereka telah menangkap Victor Arden Barnard, (53) yang selama ini menjadi salah satu buronan paling dicari oleh AS. Ia dijerat dengan 59 pasal pelecehan seksual menyusul adanya laporan dari dua perempuan yang mengaku jadi korbannya selama bertahun-tahun. Gadis pertama mengalami pencabulan sejak berusia 12 hingga 20 tahun, sementara seorang lainnya mengalami pelecehan sejak 13 tahun hingga 22 tahun.

Pihak berwajib mengatakan, Barnard menyatakan diri sebagai pastor dan membentuk sebuah perkumpulan terbatas di kawasan Finlayson, Minnessota, Amerika Serikat. Di tempat tersebut, dirinya memelihara belasan gadis perawan yang ia sebut sebagai "dara".

Kini, Barnard masih meringkuk di tahanan polisi di Natal, Brasil dan menanti proses ekstradisi ke AS. Ia sudah menjadi buronan polisi sejak tahun 2010. Pihak berwajib meyakini, ia memindahkan aliran sesatnya ke Negara Bagian Washington.

Barnard didakwa memaksa para korban untuk melakukan aktivitas seksual lewat intimidasi religius. Kepada seorang korbannya Barnard mengatakan, si gadis akan tetap menjadi perawan karena Barnard adalah "utusan Tuhan".

Selain itu, berdasarkan surat tuntutan atas dirinya, Barnard mengklaim bahwa dirinya mewakili Yesus secara fisik, bahwa Yesus Kristus menyuruh Maria Magdalena dan perempuan lainnya untuk mengikuti dirinya, bahwa Nabi Sulaiman memiliki banyak selir, bahwa anak pertama harus dikorbankan untuk Tuhan, serta mengklaim bahwa Barnard diperkenankan berhubungan seks dengan si korban lantaran itu adalah firman Tuhan.

Barnard diciduk di sebuah kamar apartemen di Brasil bersama seorang perempuan warga Brasil berusia 33 tahun. Polisi juga menyita sejumlah barang seperti komputer, ponsel, dan benda-benda lainnya. (nydailynews/Reuters)

Load More