Suara.com - Kepolisian Brasil menangkap seorang pemimpin aliran sesat yang selama ini menjadi buronan di Amerika Serikat (AS). Si buronan dituduh sebagai pelaku pelecehan seksual terhadap gadis-gadis belia yang dijadikannya sebagai pengikut aliran sesatnya.
Kepolisian AS dan pihak berwajib Brasil mengumumkan pada akhir pekan lalu bahwa mereka telah menangkap Victor Arden Barnard, (53) yang selama ini menjadi salah satu buronan paling dicari oleh AS. Ia dijerat dengan 59 pasal pelecehan seksual menyusul adanya laporan dari dua perempuan yang mengaku jadi korbannya selama bertahun-tahun. Gadis pertama mengalami pencabulan sejak berusia 12 hingga 20 tahun, sementara seorang lainnya mengalami pelecehan sejak 13 tahun hingga 22 tahun.
Pihak berwajib mengatakan, Barnard menyatakan diri sebagai pastor dan membentuk sebuah perkumpulan terbatas di kawasan Finlayson, Minnessota, Amerika Serikat. Di tempat tersebut, dirinya memelihara belasan gadis perawan yang ia sebut sebagai "dara".
Kini, Barnard masih meringkuk di tahanan polisi di Natal, Brasil dan menanti proses ekstradisi ke AS. Ia sudah menjadi buronan polisi sejak tahun 2010. Pihak berwajib meyakini, ia memindahkan aliran sesatnya ke Negara Bagian Washington.
Barnard didakwa memaksa para korban untuk melakukan aktivitas seksual lewat intimidasi religius. Kepada seorang korbannya Barnard mengatakan, si gadis akan tetap menjadi perawan karena Barnard adalah "utusan Tuhan".
Selain itu, berdasarkan surat tuntutan atas dirinya, Barnard mengklaim bahwa dirinya mewakili Yesus secara fisik, bahwa Yesus Kristus menyuruh Maria Magdalena dan perempuan lainnya untuk mengikuti dirinya, bahwa Nabi Sulaiman memiliki banyak selir, bahwa anak pertama harus dikorbankan untuk Tuhan, serta mengklaim bahwa Barnard diperkenankan berhubungan seks dengan si korban lantaran itu adalah firman Tuhan.
Barnard diciduk di sebuah kamar apartemen di Brasil bersama seorang perempuan warga Brasil berusia 33 tahun. Polisi juga menyita sejumlah barang seperti komputer, ponsel, dan benda-benda lainnya. (nydailynews/Reuters)
Berita Terkait
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!
-
KPAI Tekan Polisi Segera Tahan Tersangka Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati
-
7 Fakta Kasus Pencabulan di Ponpes Pati, Korban Diduga Capai 50 Santriwati
-
Anggota DPR Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Pati, Desak Pelaku Segera Ditangkap
-
Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat