Suara.com - Ibu tiri Suheini (33) kini mendekam di penjara kantor Polres Metro Jakarta Timur. Ia ditetapkan menjadi tersangka kasus kekerasan terhadap anak, DA (10).
Setelah kasus tersebut terbongkar, tetangga Suheini di Jalan Mesjid Al Wustho, Pondok Bambu, Duren Sawit Jakarta Timur, pun buka suara. Menurut cerita Mulyana (36), selama ini sudah sering melihat tersangka memarahi DA ketika DA sedang bermain bersama teman-teman sebaya.
"DA sering diomelin, cuma anaknya diem. Ibu tirinya sering maki DA idiot, memang sih anaknya beda dari anak-anak yang lain. Dari fisiknya normal, cuma telat mikir saja," kata Mulyana saat ditemui suara.com, Selasa (24/3/2015).
Menurut Mulyana, Suheini dikenal tetangga sebagai ibu yang tergolong keras dalam menangani anak.
"Memang begitu orangnya (Suheini) galak, sama anak tirinya, Tapi kalau sama orang mah baik. Sebelum kejadian itu (Minggu, 22 Maret 2015), DA lagi main sama anak saya," kata dia.
Ayah kandung DA, Uka Sukarno (42), mengakui anaknya memang kurang bisa mencerna pelajaran sekolah dengan cepat seperti anak-anak sepantaran.
"Memang sih DA agak kurang (telat mikir) sering dibilang begitu. DA juga di sekolahan sering ditegur sama gurunya, karena DA ga mau nulis, disuruh nulis malah nangis, jadi baca juga belum lancar, kelas 3 SD," kata Uka.
Dalam pemeriksaan di kepolisian, Suheini dianggap terlalu keras dalam mendidik anak.
Hal itulah, kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Ade Rahmat Idnal, yang membuat Suheini tega menyetrika wajah bagian kiri DA pada Minggu kemarin.
"Hasil pemeriksaan memang yang paling berat itu kemarin, sampai menyetrika pipi," kata Ade saat ditemui wartawan di Polres Metro Jakarta Timur.
Akibat dari perbuatannya, Suheini terancam penjara selama 10 tahun.
Suheini dikenai pasal berlapis, yakni Pasal 80 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 44 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
Berita Terkait
-
Ibu Tiri yang Sertika Wajah Anak Ngaku Khilaf dan Minta Maaf
-
Wajah Anak Disetrika, Ahok: Ibu Tiri Lebih Kejam dari Ibu Kota
-
Ibu Tiri Setrika Wajah Anak Terancam Sepuluh Tahun Penjara
-
Ibu Tiri Sempat Ngaku Cuma Tempelkan Setrika Dingin ke Wajah Anak
-
Polisi Diminta Penjarakan Ibu Tiri yang Setrika Wajah Anak
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?