Suara.com - Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan pada pencarian hari keenam, Minggu (29/3/2015), dilaporkan sudah menemukan posisi Kapal Motor (KM) Kumala Endah yang tenggelam di Perairan Belawan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
"Keberadaan kapal kargo tersebut dapat dilihat para penyelam dari Tim SAR Medan yang langsung turun ke dasar laut di perairan Belawan," ungkap Kepala Seksi Operasi SAR Medan, Gusti Syaiful, di Belawan, Minggu (29/3).
Menurut Syaiful, KM Kumala Endah dapat dilihat para penyelam dalam jarak pandang lebih kurang dua meter di dasar laut, dengan kedalaman mencapai delapan meter.
"Mudah-mudahan apa yang dilihat penyelam itu memang benar Kapal Kumala Endah, sehingga dapat lebih memudahkan untuk memantau perkembangannya," ucap Syaiful.
Dia menjelaskan, penyelam yang berjumlah enam orang itu mengalami kesulitan saat berada di dasar laut, karena banyak kotoran berupa lumpur dan pasir.
"Kotoran tersebut banyak yang menempel di kacamata para penyelam, sehingga agak mengganggu penglihatan," ucapnya lagi.
Tim SAR Gabungan yang mencari tujuh orang lagi anak buah kapal (ABK) KM Kumala Endah yang hilang, terdiri dari personel Ditpolair Polda Sumut, SAR Brimob Polda Sumut, serta dari Basarnas.
"Tim SAR berjumlah 28 orang dan menggunakan empat unit kapal motor melakukan penyisiran di sekitar perairan Belawan," kata Syaiful.
Sebelumnya, jenazah dua ABK KM Kumala Endah yang hilang di Perairan Belawan telah ditemukan pada Kamis (26/3) siang. Kedua ABK itu atas nama Daniel Marganda Sinaga (28), juru mudi, penduduk Jalan Tanah Jawa, Pematang Siantar, serta Sutimin (49), nakhoda, penduduk Mojosono, Boyolali, Jawa Tengah.
Dengan ditemukannya kedua jenazah tersebut, maka tinggal tujuh lagi jenazah ABK Kumala Endah yang diduga masih berada di laut dan masih dicari oleh Tim SAR Gabungan.
Untuk diketahui, KM Kumala Endah yang mengangkut 700 ton material konstruksi, itu berangkat dari Pelabuhan Belawan Lama dan akan berlayar menuju Pendawangan, Kalimantan Barat. Kapal itu dilaporkan tenggelam pada Selasa (24/3) sekitar pukul 16.30 WIB. Kapal ini dilaporkan mengangkut sebanyak 14 orang, di mana lima orang di antaranya berhasil diselamatkan setelah tiga jam terapung di laut. [Antara]
Berita Terkait
-
Korban Tewas KLM Nurul Salsa Bertambah, Dua Jenazah Perempuan Berhasil Diidentifikasi
-
Detik-detik Dramatis Evakuasi Korban Kapal Tenggelam di Perairan Sulawesi Selatan
-
Kapal Berpenumpang 74 Orang Tenggelam di Selayar Sulsel, Basarnas Kerahkan Tim SAR Gabungan
-
Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan
-
Kapal Migran Indonesia Tenggelam di Malaysia: Korban Tewas Kini 11 Orang, 3 Masih Hilang
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau
-
Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan
-
Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG
-
Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun
-
Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?
-
Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998
-
Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi
-
Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%