Suara.com - Cerita getirnya nasib warga Palestina tidak berhenti di tengah perang. Warga Palestina yang beragama Kristen pun tidak lolos dari perlakuan distriminasi.
Kalangan umat Kristiani Palestina sejak lama mengeluhkan pembatasan akses oleh Pemerintah Israel. Ini terjadi selama beberapa tahun lalu.
Mereka dibatasi masuk Yerusalem untuk mengikuti prosesi Jalan Salib di Jumat Agung. Di mana semua umat berjala di selanjang Via Dolorosa. Pemerintah Israel memperketat perbatasan Palestina dengan Yerusalem.
Selama hampir selama satu dekade, perayaan Paskah di kawasan Palestina dan Israel selalu dihiasi dengan antara warga Kristen setempat dan pasukan Israel.
"Sejak tahun 2005, Israel telah menutup Kota tua Yerusalem bagi kami," kata salah satu jemaat asal Palestina yang juga mantan menteri Palestina, Hind Khoury.
Sebelumnya, tahun 1944 ada 30 ribu Kristiani yang tinggal di Kota Tua Yerusalem. Namun jumlah itu semakin turun menyusul pembatasan ibadah Paskah di sana. Bahkan diskriminasi berujung tidakan kekerasan oleh tentara Israel.
Kawasan yang suka digunakan untuk perayaan paskah adalah di kota Tua bertembok di Yerusalem di Gereja Holy Sepulcher atau Gereja Makam Kudus. Jemaah berdatangan dari seluruh dunia. (aljazeera)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kasad Maruli Tegaskan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Permintaan Pemda, Bukan Instruksi TNI
-
Prof Siti Zuhro: Elit Jadi Penghambat Kemajuan, Visi Prabowo Harus Dibuktikan
-
Detik-detik 9 WNI Ditodong Senjata Tentara Israel, Benjamin Netanyahu Buka Suara
-
Revisi UU HAM Bakal Siapkan Dana Abadi, Wamen HAM Tegaskan Bukan Alat Kontrol Organisasi Sipil
-
Istana Ungkap Alasan Prabowo Hadiri Paripurna DPR pada Hari Kebangkitan Nasional
-
Pejabat Israel Ungkap 9 WNI dan Aktivis Global Sumud Flotilla Dibawa ke Penjara Terapung
-
Prabowo Bakal Sampaikan Langsung KEM-PPKF 2027 di DPR Besok, Dasco: Mungkin Ini Baru Pertama Kali
-
Media Turkiye Soroti Langkah Hukum Indonesia usai WNI Ditahan Israel di Global Sumud Flotilla
-
BRIN Ingatkan Prabowo soal Reformasi Politik, Khawatir Pemilu 2029 Bisa Bermasalah
-
Gubernur Bobby Nasution Targetkan RS Internasional Sumut Beri Layanan Medis Kelas Dunia