News / Nasional
Sabtu, 04 April 2015 | 15:23 WIB
Polisi menyita senjata api di lokasi baku tembak di Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng. [Antara]

Suara.com - Polisi menemukan dua senjata api laras panjang jenis M16 dan sebuah senapan rakitan di lokasi baku tembak antara polisi dengan kelompok bersenjata di Pegunungan Sakina Jaya, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (3/4/2015). Baku tembak ini menewaskan satu orang dari kelompok bersenjata.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigjen Pol Idham Azis yang dihubungi dari Palu, Sabtu (4/4/2015) mengatakan diduga kuat senjata itu milik komplotan sipil bersenjata yang dipimpin Santoso. Saat ini polisi terus mengejar kelompok Santoso yang diperkirakan berjumlah 12 orang.

Belasan orang itu terendus aparat atas laporan masyarakat yang melihat sejumlah orang asing berada di gubuk milik petani. Warga kemudian melapor ke polisi yang selanjutnya dilakukan pengejaran.

Awalnya polisi meminta segerombolan itu untuk menyerahkan diri, namun dibalas dengan tembakan dan lemparan bom rakitan. Kontak tembak akhirnya terjadi dalam waktu sekitar 45 menit, dan menewaskan satu orang dari kelompok bersenjata.

Kelompok bersenjata akhirnya melarikan diri ke tengah hutan. Diduga ada beberapa orang dari meraka yang terluka akibat baku tembak. Saat ini jenazah anggota kelompok bersenjata itu sudah dievakuasi di RS Bhayangkara Palu yang berjarak sekitar 120 km dari lokasi baku tembak.

Sekitar 700 personel Brimob Kelapa Dua Mabes Polri masih berada di wilayah Sulawesi Tengah untuk membantu menangkap Santoso dan anak buahnya.

Sementara pasukan TNI juga masih menggelar latihan perang di sekitar Gunung Biru, Kabupaten Poso. Lokasi itu diduga kuat tempat persembunyian Santoso dan kelompoknya. Akibat latihan perang itu, mereka melarikan diri masuk hutan di wilayah Parigi Moutong hingga akhirnya terendus aparat. (Antara)

Load More