Suara.com - Putra dari Hasyim Djojohadikusumo yang adalah adik Prabowo Subianto, Aryo Djojohadikusumo, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengintrospeksi diri. Pasalnya menurutnya, Jokowi terkesan hanya melemparkan tanggung jawab kepada para menterinya, terkait naiknya tunjangan uang muka mobil dinas pejabat.
"Beliau kritisi kebijakan dia sendiri dong, (kenapa) harga barang dinaikkan. Saya jadi heran. Beliau lebih baik instrospeksi diri sendiri daripada menyalahkan anak buah," kata Aryo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2015).
Aryo menilai bahwa apa yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sangat lucu dan seharusnya tak perlu dilakukan. Menurutnya, kritik internal tersebut tidak boleh diarahkan ke publik. Dia pun menilai bahwa hal itu menunjukkan adanya tanda-tanda kurang koordinasi antara Presiden dengan para pembantunya.
"Menurut saya lucu ya, beliau mengatakan demikian. Kok seorang Presiden mengomentari seperti ini. Dan (yang) lebih penting (adalah) kenaikan biaya hidup seperti BBM, gas LPG, (itu) semua naik. Yang lebih penting adalah ngurus hajat orang banyak. Ada tanda kurang koordinasi dengan menteri. Tidak perlu mengkritik anak buah seperti itu. Harusnya bertanggung jawab. Kritik internal. Tidak perlu bicara ke publik kalau kecolongan," lanjut Aryo panjang lebar.
Anggota DPR dari Partai Gerindra ini pun menambahkan bahwa sebaiknya Presiden melihat lagi kebijakan yang telah dibuatnya tersebut. Menurutnya pula, apabila (kenaikan tunjangan itu) dinilai terlalu tinggi, bisa saja ditolak atau tidak perlu diberlakukan, alias dianulir kembali. Karena menurutnya, hal tersebut juga termasuk hak prerogatif seorang Presiden.
"Tiap tahun naik. Kalau terlalu tinggi, tinggal ditolak saja kalau terlalu banyak biaya. Itu hak prerogatif (Presiden). Saran saya, cabut seluruh keputusan kenaikan tunjangan mobil dinas itu, biar hemat anggaran sekalian. Beliau harus urus (itu). Atau sebaiknya jangan jadi Presiden kali, ya," tutup Aryo dengan nada menyindir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak