Suara.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) sempat melontarkan kritikannya kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Risma sebelumnya sempat mengungkapkan bahwa Ibu Kota DKI tidak baik dari segi pelayanan terhadap masyarakat.
Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terlihat santai. Namun sebaliknya, dia pun sempat menyindir balik Kota Surabaya.
Ahok menegaskan, permasalahan yang terjadi di Jakarta dan Surabaya hanya terlihat sama, namun sebenarnya penanganannya berbeda. Karena menurutnya, wilayah yang dikelola oleh Risma hanya merupakan satu bagian dari lima kawasan yang dikelolanya.
Suami Veronica Tan itu bahkan mengatakan jika pihaknya kini sudah tak lagi memerlukan banyak petugas yang berjaga di belakang meja untuk melayani masyarakat. Sebab menurut Ahok, pihaknya telah membentuk Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP).
"Mungkin Bu Risma belum tahu semua tentang kami. Kami semua sudah e-government kok. Kami sudah ada BPTSP, sudah jalan tiga bulan, sampai semua urusan di kantor BPTSP," ungkap Ahok, saat berada di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, Selasa (7/4/2015).
"Jadi, jangan bandingkan (dengan) Kota Surabaya. Surabaya itu kasarnya Jakarta Pusat, atau Jakarta Selatan doang. Kami itu Provinsi Jawa Timur tuh. Kami urusannya gitu lho. Kalau cuma Kota Surabaya satu mah, yah, sama kayak satu kota Jakarta Pusat," ujar Ahok pula.
Ahok pun menerangkan, mengenai masalah jalan berlubang, pihaknya tidak ingin disalahkan begitu saja. Pasalnya menurutya, pengelolaan jalan di Jakarta tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemprov DKI.
"Kalau ada gundukan tanah, kadang beliau (Risma) nggak ngerti, ini kan ada jalan provinsi, ada jalan negara. Kadang ada Telkom, PLN, di jalan provinsi izin dia gali, dia nggak nutupin. (Dan) Itu sudah kami peringatkan," tandas Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, DPR Minta Evaluasi Berkala
-
RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani
-
Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'
-
Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng
-
Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh
-
Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter
-
Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng
-
Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana
-
Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur
-
'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'