News / Metropolitan
Minggu, 12 April 2015 | 14:58 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama [suara.com/Bowo Raharjo]
Di acara diskusi di kantor Pusat Pemuda Muhammadiyah Anti Korupsi di Jakarta, Minggu (12/4/2015), Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengajak seluruh pemuda Indonesia turut serta mendukung upaya pemberantasan korupsi.

"Jangan hanya banyak omong dan membantu doa aja, kapan selesainya. Harus bantu bergerak juga dong. Ini yang saya harapkan khususnya bagi pemuda Muhammadiyah, " kata Ahok.

Pada kesempatan itu, Ahok juga berbagi cerita tentang pengalaman keluarganya berkecimpung di dunia politik yang biayanya amat mahal.

Ketika Ahok masuk ke struktur pemerintahan Jakarta, ia sempat kaget dengan apa yang terjadi sehingga ia bertekad melakukan transparansi anggaran untuk menghindari politik uang yang menjadi akar segala masalah di Indonesia.

"Yang penting di Indonesia kalau mau jadi pejabat kepala daerah atau DPRD ya bisa bayar aja pasti masuk yang penting uang. Saya tau karena saya dulu pengusaha, bapak saya juga pengurus Golkar, tapi saya tersingkir karena biayanya yang mahal saya jadi enggak heran," kata dia.

Ahok mengajak pemuda Indonesia jika ingin terlibat dalam penyelenggaraan negara jangan takut untuk berpolitik. Tapi, jangan sampai main politik uang. Jika ingin berantas korupsi harus berani bertindak, katanya.

Load More