- Polda Metro Jaya menerbitkan SP3 kasus ijazah Jokowi, memicu Rustam Effendi semakin yakin dugaan ijazah palsu itu benar.
- Rustam menuduh SP3 tersebut adalah bagian lobi yang melemahkan perjuangan, mengkritik balik sikap Eggi Sudjana.
- Rustam mengklaim foto pada ijazah saat gelar perkara khusus tidak identik dengan wajah Presiden Jokowi secara kasat mata.
Suara.com - Terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) oleh Polda Metro Jaya terhadap tersangka kasus ijazah mantan Presiden Joko Widodo, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis justru memicu reaksi keras dari rekan seperjuangannya, Rustam Effendi.
Alih-alih gentar, Rustam justru mengaku semakin yakin bahwa dugaan ijazah palsu Jokowi benar adanya.
Rustam menyebut langkah SP3 tersebut merupakan bagian dari lobi-lobi untuk melemahkan gerakan mereka.
"Dengan dilakukan SP3 ini, justru saya malah meyakini ijazah Jokowi itu memang palsu. Bagaimana saya bisa menyakini Lobi-lobi ini menurut saya ini melemahkan perjuangan, kenapa dia harus melemahkan perjuangan?" tegas Rustam Effendi dalam kanal Youtube Forum Keadilan TV, Selasa (20/1/2026).
Secara blak-blakan Rustam juga menyentil perubahan sikap Eggi Sudjana yang kini dianggapnya telah balik badan.
Ia menyoroti pernyataan Eggi yang belakangan menyebut Jokowi sebagai orang baik dengan akhlak yang lebih baik.
"Eggi Sudjana dulu meyakini (Ijazah Jokowi palsu), hari ini dia sudah menyatakan Jokowi itu orang baik katanya. Akhlaknya lebih baik, arahnya lebih baik dari Eggi Sudjana," ujar Rustam.
Ia menduga kuat bahwa perubahan sikap Eggi berkaitan erat dengan keluarnya SP3 dari penyidik.
"Eggi pahamlah soal Jokowi karakternya bagaimana kan, cuma ya itu, karena mungkin SP3 itulah yang diarahkan Bang Eggi lah," tambahnya.
Baca Juga: Tak Ada Kata Maaf, Kasus Ijazah Palsu Jokowi yang Menjerat Eggi Sudjana Resmi Dihentikan Polisi
Rustam juga menceritakan pengalamannya saat menghadiri gelar perkara khusus di kepolisian. Secara mengejutkan, ia mengklaim bahwa secara kasat mata, foto yang tertera pada ijazah yang ditunjukkan polisi tidak identik dengan wajah Presiden Jokowi.
"Polisi sebenarnya tuh tahu itu bukan foto Jokowi. Dalam gelar perkara khusus pun, saya bilang sama polisi, ketika saya lihat jarak 1 meter, saya ngeliat aja, saya ngga ngeliat yang lain,” tegasnya
“Saya ngga lihat embos, saya ngga lihat watermark. yang saya lihat itu foto. Ketika saya lihat fotonya, saya cuman bilang, ‘yah ini mah palsu, ini bukan ijazah asli Jokowi’,” tambahnya.
Meskipun rekan-rekannya mulai mendapatkan SP3, Rustam menyatakan dirinya bersama Kurnia dan Rizal (kluster pertama) tetap solid dan siap menghadapi proses hukum hingga tuntas.
Ia menegaskan tidak takut ditangkap demi membela apa yang ia yakini sebagai kebenaran.
"Saya sih enggak khawatir, saya sudah siap, jadi mental saya memang sudah siap untuk ngadepin ini," tutupnya.
Berita Terkait
-
Rustam Effendi Sebut Eggi Sudjana Musuh dalam Selimut, di TPUA Dia Duri dalam Daging!
-
Jejak Digital Berbisa! Adian PDIP Unggah Pesan Jokowi untuk Bupati Pati yang Kini Ditangkap KPK
-
Habiburokhman Tanggapi SP3 Kasus Ijazah Jokowi yang Libatkan Eggy Sudjana
-
Alasan Kuat Polisi SP3 Eggi Sudjana dan Damai Lubis di Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April