- Wakil Kepala BGN menyatakan Program MBG tidak mengganggu anggaran maupun kebijakan sektor pendidikan nasional.
- Anggaran pendidikan terus meningkat dari Rp608,3 triliun (2023) menjadi Rp757,8 triliun (2026).
- Dana Program MBG berasal dari tambahan anggaran serta pemotongan anggaran kementerian lain, bukan dari pos pendidikan.
Suara.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Naniek Sudaryati Deyang menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengganggu sektor pendidikan, baik dari sisi anggaran maupun kebijakan pengangkatan tenaga pendidik.
Naniek menyebut bahwa anggaran pendidikan justru terus mengalami peningkatan, termasuk pada periode ketika program MBG mulai berjalan.
Ia memaparkan bahwa anggaran pendidikan pada 2023 sebesar Rp608,3 triliun, meningkat menjadi Rp665 triliun pada 2024. Pada 2025, anggaran naik menjadi Rp724,3 triliun dan kembali meningkat pada 2026 menjadi Rp757,8 triliun.
Menurutnya, kenaikan anggaran tersebut menunjukkan bahwa program MBG tidak mengambil anggaran pendidikan yang telah berjalan sebelumnya, melainkan berasal dari tambahan anggaran.
"Kalau melihat postur anggaran pendidikan di atas tahun 2023 dan dan 2024, belum ada MBG, tahun 2025 dan tahun 2026 saat ada program MBG terjadi peningkatan anggaran. Jadi yang diambil MBG bukan yang selama ini sudah berjalan, tetapi dari tambahan anggaran dan jumlahnya juga tidak sebesar Rp335 Triliun," kata Naniek, dikutip dari tulisannya pada akun Facebook pribadinya, Selasa (20/1/2025).
Naniek mengaku telah bertanya langsung kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai sumber keuangan MBG. Naniek mengakui kalau memang ada anggaran Kementerian Pendidikan yang digunakan untuk melaksanakan progran MBG, tetapi itu hanya salah satunya.
"Selebihnya pemotongan dari seluruh kementerian dan lembaga lain," imbuhnya.
Ia menegaskan kalau pemerintah tetap menjalankan berbagai program pendidikan, mulai dari pembangunan Sekolah Rakyat, peningkatan kuota beasiswa LPDP, pembukaan fakultas kedokteran gratis, hingga pendirian sekolah unggulan Garuda dan kerja sama pendidikan internasional.
Naniek juga menekankan bahwa program MBG dan pendidikan berjalan beriringan. Meski mengakui program MBG belum sempurna, Naniek menyatakan pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan.
Baca Juga: Viral Menu Kering MBG Disebut Jatah 2 Hari, Kepala SPPG Bekasi: Itu Salah Paham
"Bahkan kepergian presiden saat ini ke Inggris dalam rangka kerjasama di dunia pendidikan yaitu untuk menandatangani kerjasama dengan universitas-universitas elite di Inggris," ucapnya.
Oleh sebab itu, ia membantah keras juga tentang adanya narasi publik tentang program MBG justru membodohkan rakyat Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian
-
Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan
-
Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri
-
Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat
-
Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo
-
Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!
-
Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco
-
Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah
-
Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara
-
43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG