Suara.com - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Moeldoko mengatakan bahwa bangsa Indonesia termasuk TNI telah menyatakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tidak boleh hidup di Indonesia.
"Saya tekankan kepada segenap Prajurit dan PNS TNI untuk senantiasa waspada terhadap aliran-aliran yang mengarah kepada rekrutmen ISIS," katanya dalam sambutan tertulisnya pada upacara pengibaran bendera Merah Putih di Pangkalan TNI Angkatan Udara Atang Sendjaja di Bogor, Jabar, Jumat (17/4/2015).
Upacara pengibaran bendera Merah Putih di Pangkalan TNI Angkatan Udara Atang Sendjaja (Lanud Ats) dipimpin langsung Danlanud Ats Marsma TNI Dedy Permadi, di Main Apron yang diikuti seluruh personel Lanud Ats dan Wingdikum.
Hal pokok lainnya yang menjadi perhatian Panglima TNI adalah penyalahgunaan narkoba, karena itu Panglima TNI memerintahkan kepada unsur Pimpinan Satuan untuk melindungi para Prajuritr dan PNS-nya, dan begitu juga kepada segenap Prajurit dan PNS TNI untuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman narkoba.
"Sungguh naif, hina dan tercela, jika Prajurit TNI dan PNS TNI maupun keluarganya terlibat dalam persoalan narkoba," ucapnya, menegaskan.
Berkaitan dengan rencana kenaikan tunjangan kinerja dalam waktu yang tidak terlalu lama, Panglima TNI mengharapkan kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI bersyukur, serta mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah.
"Tidak hanya kenaikan tunjangan kinerja, Pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas TNI, baik personel maupun materiil dan alutsista," tukasnya.
Besarnya perhatian Pemerintah, tuturnya, harus dijawab dengan menunjukkan kinerja para Prajurit dan PNS TNI yang harus terus meningkat, baik dalam konteks tugas pokok, maupun dalam konteks tugas bantuan guna percepatan pembangunan nasional dan di daerah. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Aksi Kamisan ke-900: Keteguhan Sumarsih Mencari Keadilan bagi Sang Anak
-
Ahli Hukum di Sidang Gus Yaqut: Kerugian Negara Harus Ada Sebelum Penetapan Tersangka
-
Ketua Baleg DPR RI Pastikan RUU PPRT Disahkan Tahun Ini, Rieke Pitaloka Usul Momentum Hari Kartini
-
Bareskrim Polri Minta Bank Perketat Aturan Buka Rekening demi Putus Aliran Dana Judi Online
-
Tak Hanya Outsourcing, Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq juga Kuasai Proyek Makan-Minum di 3 RSUD
-
Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi
-
Sikap RI 2024 vs 2026: Mengapa Tak Ada Lagi Kata 'Mengutuk' untuk Serangan AS-Israel ke Iran?
-
Korea Utara Uji Coba Rudal Nuklir Baru saat Timur Tengah Memanas
-
22 Tahun Terkatung-katung, JALA PRT Sebut RUU PPRT Cetak Sejarah Terlama di DPR
-
Sesalkan RI Belum Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, FPI Tunggu Penjelasan Pemerintah