Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berada di tengah warga di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2015). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan proyek pembangunan sarana transportasi masal "mass rapid transit" terus berlangsung selama Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika ke-60 di Jakarta.
"Proses pekerjaan pembangunan MRT di lapangan tidak perlu dihentikan selama berlangsungnya KAA. Pekerjaan akan tetap berjalan seperti biasanya," kata Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, pekerjaan pembangunan sarana transportasi masal tersebut telah sampai pada tahap pengeboran di bawah tanah, sehingga tidak akan berpengarus terhadap penyelenggaraan KAA.
"Untuk mencegah agar debu-debunya tidak mengotori jalan, lokasi pekerjaan bisa ditutup dengan terpal. Kemudian, kami tempatkan beberapa petugas keamanan di lokasi pekerjaan," ujar Basuki.
Lebih lanjut, mantan Bupati Belitung Timur itu menuturkan segala persiapan telah selesai dilakukan, sehingga pihaknya siap menyelenggarakan KAA di Jakarta.
"Kami hanya ditugaskan untuk merapikan jalan, memasang marka jalan, memasang bendera, merapikan taman serta Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Itu semua sudah kami lakukan, jadi kita siap," tutur Basuki.
Selain itu, dia mengungkapkan pihaknya juga sudah bekerja sama dengan sejumlah aparat kemanan, baik Polri maupun TNI guna mengamankan beberapa lokasi penyelenggaraan KAA, termasuk hotel-hotel tempat para delegasi menginap.
KAA ke-60 dilaksanakan mulai 19 hingga 23 April 2015 di Jakarta dan 24 April 2015 di Bandung. Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan dalam KAA di Jakarta, diantaranya pertemuan pejabat senior (Senior Official Meeting) kawasan Asia-Afrika dan Pertemuan Puncak Bisnis Kawasan Asia-Afrika (Asia-Africa Business Summit). (Antara)
"Proses pekerjaan pembangunan MRT di lapangan tidak perlu dihentikan selama berlangsungnya KAA. Pekerjaan akan tetap berjalan seperti biasanya," kata Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, pekerjaan pembangunan sarana transportasi masal tersebut telah sampai pada tahap pengeboran di bawah tanah, sehingga tidak akan berpengarus terhadap penyelenggaraan KAA.
"Untuk mencegah agar debu-debunya tidak mengotori jalan, lokasi pekerjaan bisa ditutup dengan terpal. Kemudian, kami tempatkan beberapa petugas keamanan di lokasi pekerjaan," ujar Basuki.
Lebih lanjut, mantan Bupati Belitung Timur itu menuturkan segala persiapan telah selesai dilakukan, sehingga pihaknya siap menyelenggarakan KAA di Jakarta.
"Kami hanya ditugaskan untuk merapikan jalan, memasang marka jalan, memasang bendera, merapikan taman serta Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Itu semua sudah kami lakukan, jadi kita siap," tutur Basuki.
Selain itu, dia mengungkapkan pihaknya juga sudah bekerja sama dengan sejumlah aparat kemanan, baik Polri maupun TNI guna mengamankan beberapa lokasi penyelenggaraan KAA, termasuk hotel-hotel tempat para delegasi menginap.
KAA ke-60 dilaksanakan mulai 19 hingga 23 April 2015 di Jakarta dan 24 April 2015 di Bandung. Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan dalam KAA di Jakarta, diantaranya pertemuan pejabat senior (Senior Official Meeting) kawasan Asia-Afrika dan Pertemuan Puncak Bisnis Kawasan Asia-Afrika (Asia-Africa Business Summit). (Antara)
Tag
Komentar
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi