Suara.com - Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya mendalami motif komplotan penjahat menculik pengusaha asal Lenteng Agung, Thalib Abbas. Penyidik tak lekas percaya dengan pengakuan sebagian pelaku yang mengatakan latar belakang mereka melakukan aksi adalah soal hutang piutang.
"Memang dari pengakuan pelaku, bahwa itu terkait hutang piutang, tetapi itukan baru dari pelaku, kita akan tetap mendalaminya," kata Komisaris Besar Heru Pranoto di Jakarta Selatan, Senin (20/4/2015).
Heru mengungkapkan peristiwa penculikan di keluarga Thalib ternyata sudah dua kali terjadi. Yang pertama menimpa anak Thalib, Kemal. Ketika itu, pelaku minta uang tebusan Rp2 miliar dan dikabulkan. Karena ketakutan, keluarga memenuhi permintaan mereka dan hal itu tidak dilaporkan polisi.
Setelah aksi pertama berhasil, rupanya pelaku ketagihan. Mereka kembali beraksi. Kali ini sasarannya Thalib. Thalib diculik dari rumahnya di Cluster de Hill, Jalan Camat Gabun II RT4/8, Nomor B-10, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/4/2015) sekitar pukul 21.00 WIB.
Komplotan juga meminta uang tebusan sebesar Rp400 juta. Namun, keluarga hanya mampu mentransfer ke rekening pelaku sebesar Rp5 juta.
"Sebelumnya Kemal pernah ditangkap dan minta tebusan Rp2 miliar, ini yang kedua, karena tidak berhasil mereka terus meminta uang kepada keluarga dengan jaminan korban," kata Heru.
Karena keluarga tidak kuat menanggung masalah, pada Jumat (17/4/2015), kasus ini dilaporkan polisi oleh anak kandung korban, Lutfina Maharani.
Polisi pun membentuk tim khusus dan Pada hari Minggu (19/4/2015), berhasil menemukan lokasi penyekapan di Cilodong, Depok, Jawa Barat.
Saat ditemukan polisi, tangan Thalib masih dalam keadaan terikat dan mata ditutup dengan kain.
Enam dari delapan pelaku sudah ditangkap, dua buron. Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto dua pelaku yang masih buron merupakan oknum TNI. Semua pelaku memiliki peran masing-masing dalam kasus penculikan ini.
Pelaku berinisial MAM berperan menyuruh melakukan penagihan hutang kepada anak kandung Thalib.
Pelaku berinisial DDQ berperan merencanakan aksi penculikan dan penyekapan. Kemudian, dia juga merekrut pelaku lainnya serta menyiapkan alat berupa rantai, gembok, dan borgol serta rekening bank.
Pelaku berinisial S alias D berperan sebagai penjaga korban saat disekap. Merekalah yang mengikat kedua tangan korban.
Pelaku berinisial THM dan ED menjaga korban saat disekap dan yang mencari vila di Anyer, Banten.
Pelaku berinisial S alias J mengajak dua pelaku lainnya yang masing-masing berinisial P dan M ikut menjemput korban. Mereka memasukkan Thalib dengan paksa ke dalam mobil. Mereka mendapat imbalan Rp8 juta.
Berita Terkait
-
Plot Twist Film Forgotten Ternyata Lebih Gelap dari Sekadar soal Penculikan
-
Motif Asmara Tak Direstui! Aksi Fortuner Putih Culik Lansia di PIK Terancam 12 Tahun Bui
-
Asmara Tak Direstui! Lansia 70 Tahun di Penjaringan Nyaris Diculik dan Dianiaya
-
Putri Ahmad Bahar Polisikan Hercules Terkait Penculikan hingga Teror Senjata Api
-
Motif Asmara, Polres Metro Bekasi Bekuk Penculik Anak di Bus di Bandung
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Mendag Klaim MBG Dongkrak Harga Telur, Kini Mendekati HET
-
Terjebak Pregnancy Beauty Standard: Saat Tubuh Ibu Hamil Dijadikan Komoditas Estetika
-
Kemarau Panjang Terjang Bogor, 52 Ribu Warga di 16 Ribu KK Alami Krisis Air Bersih
-
Kubu Jokowi Tegaskan Sidang Dokter Tifa Bisa Lanjut Meski Dakwaan Batal: Jaksa Tinggal Perbaiki
-
Ulasan Pride and Prejudice: Kisah Cinta Klasik yang Tak Lekang oleh Waktu
-
Rupiah Berbalik Melemah pada Kamis Sore, Harga Minyak Jadi Biang Kerok
-
5 Pilihan Benda Pembawa Hoki di Meja Kerja Menurut Feng Shui, Biar Rezeki Lancar dan Tidak Stres
-
Liburan Wisatawan Makassar Berakhir Tragis di Tol Pandaan-Malang: 3 Nyawa Melayang
-
Wajib Kalahkan Kamboja, Jordi Amat Ungkap Target Ambisius Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Iran Belum Beres, Amerika Mau Sikat Jamaat Nusrat al-Islam wal-Muslimin di Mali