Suara.com - Jajaran Kepolisian Resor Tulungagung, Jawa Timur, menangkap seorang remaja yang diduga telah membunuh neneknya sendiri dengan cara dipukul dengan benda tumpul serta dijerat di bagian leher hingga tewas, Selasa (21/4/2015).
Kapolsek Rejotangan AKP Alpogohan mengemukakan pelaku yang diidentifikasi bernama Nur Rohmad (22) langsung diamankan oleh unit reserse dan kriminal, begitu jasad neneknya, Markinem (100) yang sempat dilaporkan hilang, ditemukan terkubur di samping rumahnya di Desa Rejotangan.
"Pelaku langsung kami bawa ke polsek untuk dimintai keterangan," terang Alpogohan.
Hasil penyidikan sementara, lanjut dia, Nur Rohmad telah mengakui membunuh neneknya yang sudah renta dan tidak bisa berjalan.
Namun apa motif sebenarnya tindakan nekatnya itu, Nur yang diketahui pernah dibawa ke rumah sakit jiwa karena mengalami depresi berat, sampai saat ini belum diketahui.
"Kami perlu ada masukan dari psikiater dulu untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku," ujarnya.
Peristiwa pembunuhan yang sempat membuat gempar warga Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan itu bermula ketika Sunarti (55) anak korban, mendapati ibunya yang sudah renta dan tidak bisa berjalan tidak ada di atas dipan rumah tempat biasanya terbaring.
Merasa curiga, Sunarti yang selama ini menyuapi dan memandikan ibunya lalu melaporkan kejadian tersebut pada warga sekitar.
Tak berapa lama dilakukan pencarian, tutur Sunarti, warga menemukan gundukan tanah setinggi setengah meter di samping rumah korban.
Warga lalu membongkar gundukan tersebut menggunakan tangan biasa, dan menemukan jasad Markinem yang sudah tidak bernyawa.
Tubuh korban saat ditemukan dalam posisi membungkuk karena lubang galiannya kurang dalam.
Kasus itu lalu dilaporkan ke pihak berwajib hingga akhirnya jasad korban devakuasi dan dibawa menuju RSUD dr Iskak untuk dilakukan visum.
"Dari tubuh korban ditemukan bekas luka di kepala bagian belakang. Diduga korban dipukul dengan benda keras. Kami juga mengidentifikasi ada sedikit bekas jeratan di leher. Untuk memastikan, kami bawa ke rumah sakit dulu untuk divisum," kata Alpogohan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Merengek Ketakutan Putra Benjamin Netanyahu Kabur ke AS saat Israel Dihujani Rudal Iran
-
Pramono Anung Siapkan 25 Ruang Terbuka Hijau Baru di Jakarta
-
Netanyahu Disalip Babi? Merlin Babi Pintar dengan Jutaan Followers di Instagram
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Resmikan Taman Bendera Pusaka, Pramono Anung Janjikan RTH Jakarta Akan Bening Seperti di Korea
-
Anies Baswedan Tulis Surat Menyentuh untuk Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras
-
Jelang Idulfitri, KPK Ingatkan ASN Tolak Gratifikasi dan Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas