Suara.com - Seorang perempuan dijerat pasal pembunuhan setelah ia bersalin saat sedang bekerja dan mencoba menyembunyikan si jabang bayi di dalam laci meja kerjanya.
Apa yang dilakukan Kimberly Pappas, (25) ini memang mengejutkan. Ia menggunakan gunting untuk memotong tali pusat dari bayi yang baru ia lahirkan di kamar mandi kantor, demikian dilansir Detroit Free Press.
Kemudian, Kimberly memasukkan si bayi ke dalam sebuah kantong plastik lalu menyembunyikannya di dalam laci meja kerjanya selama 30 menit. Kasus ini terbongkar setelah sejumlah rekan kerja mendengar suara rintihan di dalam kamar mandi dan menemukan kubangan darah di dalam toilet.
Kepada polisi, Kimberly mengaku mengalami keguguran. Namun, hasil otopsi menyatakan bahwa si bayi mati tak wajar, dan dipastikan bahwa bayi malang tersebut kehabisan nafas beberapa saat setelah lahir.
Pengacara Kimberly, Ray Cassar, kepada Detroit Free Press mengatakan bahwa perempuan tersebut sedang menjalani terapi untuk menangani kesehatan mentalnya.
"Saya tak yakin ia memahami apa yang terjadi," kata Cassar.
Kimberly akan menjalani evaluasi oleh psikiater dan kembali disidang pada bulan Juni mendatang. (Metro)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Tak Mau Bayar Makanan, Perempuan Nekat Tanggalkan Pakaian
Foto Hantu di Belakang Anak Kecil Ini Bikin Merinding
Lahir dengan 4 Tangan dan 4 Kaki, Bayi Dianggap Titisan Ganesha
Di-"bully" di Internet, Aktris Cantik Taiwan Bunuh Diri
Inikah Karakter Joker Terseram yang Pernah Dibuat?
Nekat Kirim Foto Selfie Mesum ke Gebetan, Gadis Ini Kena Batunya
Tag
Berita Terkait
-
Promo Alfamart Baby Diapers Fair 3 Mei 2026: Diskon Popok Bayi Hingga 40 Persen, Cek Daftar Harganya
-
Kontroversi 'Totok Sirih' di Palembang, Ini Tahapan Pijat Bayi yang Benar Menurut IDAI
-
Kesaksian Horor Google Maps Bongkar Sisi Gelap Daycare Little Aresha, Orang Tua Langsung Speak Up
-
Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina
-
Citra Kirana Menangis, Program Bayi Tabung Belum Berhasil
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS