Suara.com - Apartemen milik Lim Chin Ting, 74 dan istrinya Soh Siew Zhen, 66, sungguh jorok. Isi apartemen penuh sampah, dan kecoa. Hii..
Kecoa, bahkan kerap 'mampir' ke kamar tetangga Lim dan Soh, yakni Nur Ashikin Zainol. Saban malam, Nur harus menutup rapat pintu dan jendela agar kecoa tidak masuk ke dalam apartemennya.
"Setiap hari kami menemukan sampai 10 kecoak. Kecoak juga pernah hampir merangkak ke telinga anak saya. Bahkan juga pernah masuk ke dalam celana. Sungguh menyeramkan," kata Nur seperti dikutip dari laman strait times.
Nur menambahkan bahwa dirinya juga selalu mencium bau busuk dari apartemen Lim dan Soh. Bau busuk muncul dari barang-barang seperti tumpukan koran, pakaian kotor, botol, dan kaleng bekas.
Karena kesal, Nur pernah memposting sebuah video di Facebook dan telah dilihat lebih dari 270.000 kali. "Kami hanya ingin mendapatkan bantuan tentang masalah ini. Ini masalah kebersihan," katanya.
"Di sana banyak barang-barang bekas yang membusuk. Hanya ada lorong sempit untuk berjalan," katanya.
"Kecoak juga berjalan merambat ke dinding. Tapi Lim dan Soh cuek seperti memelihara mereka," lanjutnya.
Sementara itu, Lim mengatakan bahwa istrinya-lah yang hobi menumpuk barang. Peristiwa itu terjadi pada lima tahun lalu. Lim sendiri tidak tahu apa penyebab istrinya menumpuk barang.
"Dia yang menimbun barang. Jika saya menyentuh barangnya dia akan amat marah," kata Lim yang sudah tinggal di sana sejak 1977.
"Setiap hari dia membawa pulang dua atau tiga tas berisi barang bekas," lanjut Lim.
Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura mengaku kaget dengan apartemen yang dihuni Lim dan Soh. Mereka akan memeriksa apartemen itu karena berpotensi menggangu kesehatan pemilik dan orang lain.
"Kami akan menyemprotkan insektisida," kata otoritas tersebut.
BERITA MENARIK LAINNYA:
Misteri Muasal Air Terjun Darah di Antartika Terpecahkan
Lelaki yang Tidak Pernah Melihat Matahari Selama 18 Tahun
Tag
Berita Terkait
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Update Kebakaran Apartemen Mediterania: Pemadaman Tuntas, Tim Damkar Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
-
Menerobos 'Lorong Hitam' Lantai 26: Kisah Joy Lolos dari Kebakaran Apartemen Mediterania
-
Kesaksian Mencekam Penghuni Apartemen Mediterania: Terjebak Asap Hitam, Alarm Tak Bunyi
-
Detik-detik Mencekam di Apartemen Mediterania: Alarm Tak Bunyi, Warga Panik
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak