Suara.com - Semenjak pukul 09.00 WIB tak satupun bus Transjakarta melintasi jalur Sudirman menuju Bundaran HI. Sebab bus yang ditumpangi para peserta aksi mulai memadati jalur busway di ruas jalan tersebut.
Pantauan Suara.com, deretan bus yang dinaiki para buruh tak hanya memadati jalur bus Transjakarta. Bus-bus berbadan besar tersebut juga memenuhi badan jalan jalur cepat. Namun, jalur lambat yang biasanya dipakai para pengguna sepeda motor tidak dipakai bus, sehingga bisa digunakan para buruh untuk berjalan kaki.
Berdasarkan keterangan penjaga loket Transjakarta di Halte UOB, Nurfadilah, sebenarnya Transjakarta akan terus beroperasi. Namun, layanan terpaksa dihentikan terlebih dahulu.
"Oh tidak ada mas, hari ini tidak ada rencana untuk tidak beroperasi. Tapi karena situasinya seperti ini, ya bagaiamana lagi. Tidak berioperasi dulu. Lihat situasi nanti saja," kata Nurfadilah, Jumat(1/4/2015).
Sebelumnya, Armada bus Transjakarta akan tetap beroperasi normal saat demo buruh untuk memperingati Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2015) ini. Namun normalnya operasi Transjakarta itu belum pasti. Hal itu dikatakan Direktur Utama PT Transjakarta Antonius NS Kosasih Kamis (30/4/2015) kemarin.
Transjakarta akan melakukan pengalihan rute di kawasan yang banyak buruh berdemo. Namun pengalihan rute itu dilakukan apabila kondisi massa buruh sudah membludak. Lalu kemungkinan pemberhentian angkutan massal itu akan dilakukan.
Lebih lanjut, dalam peringatan May Day itu, Transjakarta akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna mengetahui titik-titik lokasi yang dijadikan lokasi demo para buruh. Sebab sejumlah organisasi buruh akan menggelar aksi di Jakarta. Diperkirakan ada puluhan ribu buruh.
Tag
Berita Terkait
-
21 Tahun Mangkrak, Koalisi Sipil Desak DPR Sahkan RUU PPRT: Sudah Terlalu Sering Dikhianati Janji
-
Panggilan Telepon Jadi Petunjuk : Siapa Pelaku Penculikan dan Penyekapan Aktivis May Day?
-
Aktivis May Day Diculik, Disundut Rokok: KontraS Desak Komnas HAM dan LPSK Tak Diam Saja
-
Rentetan Teror Mencekam: Dari Peretasan, Intimidasi, hingga Penculikan Aktivis May Day
-
May Day Berbuntut Panjang: Komnas HAM Usut Dugaan Kriminalisasi Demonstran oleh Polda Metro Jaya
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah