Suara.com - Pihak Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menangkap salah satu penyidik KPK, Novel Baswedan, hari Jumat (1/5/2015) pukul 00.15 WIB di kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Timur.
Ketika ditanya alasan penangkapannya, Kabareskrim Mabes Polri Komjen Budi Waseso mengatakan Novel dianggap tidak kooperatif dengan penyidik untuk menuntaskan kasus dugaan penganiayaan di Bengkulu 11 tahun silam.
Namun, dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bareskrim Mabel Polri, Jumat (1/5/2015), Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Chaliyan mengakui bahwa penangkapan Novel Baswedan dikarenakan adanya permintaan dari pihak kejaksaan kepada kepolisian untuk segera melengkapi berkas pemeriksaannya perkaranya.
"Dan karena saat ini, Jaksa menagih terus, karena sebenarnya sudah P19 (pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi) maka mau nggak mau harus dilakukan rekonstruksi dan tersangkanya harus dihadirkan, makanya kita tangkap saudara Novel," kata Anton.
Lebih lanjut, Anton mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan hasil pra rekonstruksi yang dilakukan terhadap tersangka pencurian sarang burung walet di Bengkulu. Menurutnya, dalam pra rekonstruksi tersebut, Novel Baswedan dijelaskan melakukan penembakan terhadap empat tersangka, sementara dua tersangka lainnya ditembak oleh temannya. Soal motif penembakan, Anton baru bisa menduga-duga.
"Kami ketahui ini dari hasil pra rekonstruksi di mana saat itu tersangka dimasukkan ke dalam kendaraan setengah pick-up menuju ke Pantai Panjang dan disitu dilakukan penembakan. Karena mungkin kesal atau apa, dari enam orang tersebut, empat ditembak oleh Novel, dua lainnya oleh temannya," kata Anton.
Dia pun menyarankan agar untuk mencari informasi lebih lanjut, agar segera menanyakan rekan-rekan Novel di Bengkulu. Karena menurutnya, berdasarkan keterangan mereka tak satu pun membantah kalau Novel tidak melakukan penembakan.
"Saat ini bisa dikonfirm dengan teman novel di Bengkulu. Dan hasil pra rekonstruksi tersebut, tidak satu pun yang membantah atau tidak mengiyakannya," tutup Anton.
Berita Terkait
-
Soal KPK Tak Pajang Tersangka, Novel Baswedan Soroti Dalih Kemanusiaan
-
Novel Baswedan 'Senggol' Prabowo: Kembalikan Pegawai KPK Korban Firli, Ini Penegakan Hukum
-
Eks Pimpinan KPK Ungkap Latar Belakang Kasus Penyiraman Novel Baswedan
-
Kecewa ke Prabowo, Novel Baswedan Sebut Amnesti Hasto Tak Adil: Bagaimana dengan Pelaku Lain?
-
Novel Baswedan Blak-blakan Kritik Amnesti-Abolisi Prabowo: Tak Sesuai Pidato Sikat Habis Koruptor!
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius