Suara.com - Dari total 97 WNI, tinggal enam orang yang hingga kini belum berhasil ditemukan oleh tim pencari gabungan Pemerintah Indonesia di Nepal.
Lima WNI yang masih hilang diantaranya berstatus sebagai pengunjung, sementara seorang lainnya memang menetap di Khatmandu.
Dari keterangan yang diperoleh suara.com dari Direktur PWNI Kemenlu Muhamad Iqbal, Minggu malam (3/5/2015), tiga orang yang hilang diketahui menginap di Everest Guesst House.
Menurutnya lokasi tersebut kini masih dikategorikan berbahaya dan sulit tersentuh oleh tim pencari karena masih ada ancaman longsor salju dan batu di lokasi tersebut.
“Dari hasil analisis data informasi dan observasi udara yang dilakukan hari ini hampir dapat dipastikan bahwa tiga WNI berada di Everest Guest House saat gempa. Jadi upaya rescue difokuskan di situ. Masalahnya medan di hotel everest sangat sulit dicapai melalui udara maupun darat akibat longsoran salju dan batu,” jelas Iqbal melalui sambungan telepon.
Berikut identitas enam WNI yang belkum berhasil dikontak:
1. Parsiah Majudi
2. Alma Parahita
3. Kadek Andana
4. Jeroen Hehuwat
5. Dewi Pancaringtyas Asih
6. Meliana Tamo Ina
Dalam upaya pencarian, Pemerintah Indonesia mengerahkan tiga tim yang terbagi dalam pencarian darat dan udara.
"Kita tahu kondisi di lokasi Everest GH sangat sulit dan medan menuju ke lokasi sangat berat saat ini. Tapi Tim tidak akan menyerah. Kita akan terus melakukan upaya-upaya yang memungkinkan,” ujar Duta Besar Iwan Wiranataatmadja menyimpulkan hasil pencarian udara maupun darat yang dilakukan Tim evakuasi sepanjang hari ini di Nepal.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026
-
Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur
-
Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!
-
Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?
-
Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar
-
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar
-
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One
-
Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN
-
Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil
-
Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang