Suara.com - Usai meninjau ujian nasional di SMPN 65 Jakarta Utara, Senin (4/5/2015) pagi, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menilai ujian nasional dan pengawasan ujian tahun ini jauh lebih baik dibandingkan 2014.
"Saya kira sistemnya sudah baik saling tukar mengawasi. Saya juga lihat anak-anak tidak stres seperti dulu," ujar Ahok Basuki yang biasa disapa Ahok ketika meninjau pelaksanaan UN SMPN 65 di gedung SMAN 80, Sunter.
Ahok mengungkapkan bahwa dulu sempat tidak setuju dengan kelulusan pelajar ditentukan hasil ujian nasional. Ketika itu, ia setuju kalau kelulusan anak berdasarkan penilaian guru dan kepala sekolah karena mereka yang tahu perkembangan siswa.
"Dari pergaulan tiap hari kan kelihatan kan mana yang nakal dan mana yg mau belajar. Yang penting bagi saya, Kepsek (kepala sekolah) dan guru-guru tahu anak mana yang nakal, dan mana yang untuk kita bantu. Seperti KJP (Kartu Jakarta Pintar) begitu," kata Ahok.
Lebih jauh, Ahok mengatakan semua anak usia sekolah harus mendapatkan kesempatan belajar.
Ahok memahami beban biaya sekolah dan beban hidup yang ditanggung keluarga yang ekonominya lemah. Namun, kata dia, pemerintah tidak tutup mata.
Ahok mengungkapkan uang SPP sekarang bisa mencapai Rp500 ribu - Rp 700 ribu tiap bulan, sedangkan upah minimum provinsi Jakarta sebesar Rp 2,7 juta.
"Nah itu yang kita tawarkan pada guru-guru. Dulu kan kalau anak yang orangtuanya pegawai, perusahaan yang gajinya UMP kan gak boleh dapat, KJP dulu kan. Kalau sekarang tidak, kalau KJP bukan diberikan lihat apakah bapaknya (orangtua) dapat gaji berapa, tapi diberikan apakah anak ini mampu atau tidak. Yang kenali anak dapat KJP adalah guru dan kepsek," kata Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
-
KPK Bakal Panggil Pihak Terkait Kasus Bank BJB, Termasuk Aura Kasih?
-
Jakarta Diguyur Hujan Deras Lagi: Puluhan RT di Jaksel Kembali Terendam, Petogogan Paling Parah
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
Terkini
-
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Jabatan Bergilir atau Prestasi Diplomatik?
-
Bursa Calon Ketua OJK Memanas: Misbakhun Buka Suara Soal Isu Gantikan Mahendra Siregar
-
Gayus Lumbuun Bongkar Jalur Hukum Ijazah Jokowi: Harus ke PTUN, Bukan Ranah Pidana
-
Geger! Bom Molotov Dilempar ke Sekolah di Kubu Raya
-
Prabowo 'Hardik' Negara Besar Soal Pembantaian, Pakar UMY Ungkap Target Spesifik di Baliknya!
-
Mahfud MD Soroti Kekerasan Aparat: Reformasi Polri Diserukan, Brutalitas Masih Terjadi
-
Buntut Hujan Deras, 39 RT di Jakarta Selatan Dikepung Banjir Setinggi 30 Sentimeter
-
Mahfud MD Beberkan 4 Isu Krusial Komisi Reformasi Polri: Posisi Kapolri hingga Penguatan Kompolnas
-
Kecelakaan Maut di Cilandak: Pemotor Tewas Usai Hantam JakLingko Depan Warung Bakso
-
Drama Aura Kasih Berlanjut, Berpeluang Dipanggil KPK Terkait Ridwan Kamil di Luar Negeri