News / Internasional
Selasa, 05 Mei 2015 | 17:40 WIB
Mobil yang dipakai pelaku penembakan di Pameran Karikatur Nabi Muhammad di Garland, Texas. (Reuters/Rex Curry)

Suara.com - Biro Penyidik Federal Amerika Serikat (FBI) telah memantau dua lelaki bersenjata penyerang acara pameran karikatur Nabi Muhammad di Texas, Amerika Serikat, hari Minggu (3/5/2015), selama bertahun-tahun.

Dua sumber dari pemerintah yang menolak menyebutkan nama, mengatakan bahwa kedua penembak, Elton Simpson dan Nadir Soofi, tinggal di satu kamar apartemen di Phoenix. Sejumlah dokumen pengadilan menunjukkan bahwa Simpson sudah diawasi sejak tahun 2006.

Pada tahun 2011, ia didakwa berbohong kepada agen FBI ketika ditanya soal niatnya bergabung dengan kelompok radikal di Somalia. Agen FBI dan polisi telah menggeledah kediaman Simpson dan Soofi di Apartemen Autumn Ridge di Phoenix.

Sebelumnya diberitakan, dua orang bersenjata mendatangi lokasi penyelenggaraan pameran karikatur Nabi Muhammad di Garland, Texas, pada hari Minggu. Keluar dari mobil, mereka langsung menembaki mobil polisi yang diparkir di pintu masuk tempat parkir.

Seorang petugas keamanan terluka, sementara polisi yang berjaga melepaskan tembakan balasan dan menewaskan kedua penyerang.

Pameran bertajuk "Muhammad Art Exhibit and Contest" itu diketahui diselenggarakan oleh Pamela Geller, presiden organisasi American Freedom Defense Initiative (AFDI). Organisasinya sering dijuluki sebagai kelompok penebar kebencian, serta telah beberapa kali menjadi sponsor iklan-iklan anti-Islam di AS.

Penyelenggara pameran itu mengatakan bahwa acara tersebut digelar untuk mempromosikan hak dan kebebasan berpendapat. Mereka bahkan menawarkan hadiah sebesar 10.000 dolar AS (sekitar Rp129 juta) bagi juara dalam lomba menggambar karikatur itu. (Reuters)

Load More