Suara.com - Biro Penyidik Federal Amerika Serikat (FBI) telah memantau dua lelaki bersenjata penyerang acara pameran karikatur Nabi Muhammad di Texas, Amerika Serikat, hari Minggu (3/5/2015), selama bertahun-tahun.
Dua sumber dari pemerintah yang menolak menyebutkan nama, mengatakan bahwa kedua penembak, Elton Simpson dan Nadir Soofi, tinggal di satu kamar apartemen di Phoenix. Sejumlah dokumen pengadilan menunjukkan bahwa Simpson sudah diawasi sejak tahun 2006.
Pada tahun 2011, ia didakwa berbohong kepada agen FBI ketika ditanya soal niatnya bergabung dengan kelompok radikal di Somalia. Agen FBI dan polisi telah menggeledah kediaman Simpson dan Soofi di Apartemen Autumn Ridge di Phoenix.
Sebelumnya diberitakan, dua orang bersenjata mendatangi lokasi penyelenggaraan pameran karikatur Nabi Muhammad di Garland, Texas, pada hari Minggu. Keluar dari mobil, mereka langsung menembaki mobil polisi yang diparkir di pintu masuk tempat parkir.
Seorang petugas keamanan terluka, sementara polisi yang berjaga melepaskan tembakan balasan dan menewaskan kedua penyerang.
Pameran bertajuk "Muhammad Art Exhibit and Contest" itu diketahui diselenggarakan oleh Pamela Geller, presiden organisasi American Freedom Defense Initiative (AFDI). Organisasinya sering dijuluki sebagai kelompok penebar kebencian, serta telah beberapa kali menjadi sponsor iklan-iklan anti-Islam di AS.
Penyelenggara pameran itu mengatakan bahwa acara tersebut digelar untuk mempromosikan hak dan kebebasan berpendapat. Mereka bahkan menawarkan hadiah sebesar 10.000 dolar AS (sekitar Rp129 juta) bagi juara dalam lomba menggambar karikatur itu. (Reuters)
Berita Terkait
-
Bikin Skenario Brutal Serang Orang Yahudi, Dua Remaja AS Terancam Hukuman Berat
-
Ketika Penjudi Mengenal Cinta di Peternakan Kuda: Romansa di Texas Blue
-
Khawatir Eksploitasi dan Pelecehan Anak, Texas Tuntut Roblox
-
Gratis! Warga Ini Nonton Konser Coldplay dari Bukit, Chris Martin Sampai Heran
-
Seorang Ibu Tega Tukar Anak Asuh dengan Seekor Monyet Eksotis di Texas!
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal