News / Internasional
Jum'at, 24 April 2026 | 15:46 WIB
Tragedi perayaan Api Unggun orang Yahudi Israel [Foto: Antara]
Baca 10 detik
  • Aparat keamanan Amerika Serikat menangkap dua remaja yang merencanakan serangan ekstrem terhadap Sinagoga Congregation Beth Israel di Houston.
  • Pelaku berencana menabrakkan kendaraan ke arah jemaat pada tahun 2028 untuk membunuh sebanyak mungkin orang Yahudi setempat.
  • FBI berhasil menggagalkan ancaman tersebut dan memastikan situasi di lokasi kejadian saat ini sudah kembali aman terkendali.

Suara.com - Aparat keamanan Amerika Serikat menggagalkan dugaan rencana serangan terhadap Sinagoga di Houston, Texas.

Dua pelaku berusia muda telah ditangkap setelah otoritas menerima informasi ancaman serius terhadap komunitas setempat.

Seorang perempuan berusia 18 tahun, Angelina Han Hicks, didakwa bersekongkol untuk melakukan pembunuhan dan penyerangan terhadap jemaat Congregation Beth Israel.

Pelaku disebut merencanakan aksi bersama dua pria lain dengan target serangan pada 2028.

Menurut dokumen pengadilan, rencana tersebut mencakup aksi ekstrem dengan menabrakkan kendaraan ke arah jemaat.

Ilustrasi sinagoga di Eropa (Shutterstock).

Hakim menyebut skenario itu bertujuan membunuh sebanyak mungkin orang Yahudi.

Dilansir dari NBC, FBI mengonfirmasi seorang remaja lain berusia 16 tahun juga ditangkap terkait kasus ini.

Ia dijerat tuduhan konspirasi pembunuhan berat setelah ancaman terhadap institusi Yahudi terdeteksi.

Penyelidikan dimulai setelah aparat menerima laporan dari lembaga penegak hukum di Carolina Utara.

Baca Juga: Cara Culas Prajurit AS Untung Rp6,5 Miliar dari Operasi Penangkapan Nicolas Maduro

Tim antiteror FBI kemudian bergerak cepat untuk mencegah potensi serangan yang dikhawatirkan bisa terjadi lebih cepat dari rencana.

Pihak kepolisian Houston menyatakan saat ini tidak ada ancaman kredibel lain yang teridentifikasi.

Meski demikian, pengamanan di sejumlah rumah ibadah Yahudi tetap diperketat sebagai langkah antisipasi.

Pihak komunitas Yahudi setempat sempat menutup sementara fasilitas ibadah sebagai bentuk kehati-hatian.

Aktivitas kembali dibuka setelah otoritas memastikan situasi aman.

Load More