Suara.com - Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta di Jalan Salemba Raya, Nomor 9, Jakarta Pusat, sepanjang Minggu (10/5/2015) ini, menerima tiga burung kakatua dari masyarakat.
"Hari ini kami menerima tiga ekor. Rinciannya, dua burung kakatua jembul kuning dari warga di Bekasi, dan satu kakatua jambul putih dari warga di Cakung," kata petugas Polisi Kehutanan Koordinator Wilayah Jakarta Utara dan Tanjung Priok, Wawan Gunawan, kepada suara.com.
Wawan mengatakan burung tersebut dikembalikan atas inisiatif masyarakat setelah mereka tersentuh hatinya dengan kampanye mengembalikan burung kakatua jambul kuning ke habitatnya di alam liar.
"Ini inisiatif warga, karena menurut pengakuan mereka, mereka tersentuh setelah membaca di media sosial, internet, bahwa ada gerakan moral perlindungan kakatua jambul kuning, mereka terketuk hatinya untuk berniat baik untuk menyerahkan ke pemerintah dalam hal ini Kementerian Kehutanan," kata Wawan.
Wawan menceritakan tiga pemilik burung kakatua tersebut sebelumnya menghubungi petugas BKSDA dan meminta petugas mengambil burung ke rumah mereka.
"Proses penyerahannya kami liput di berita acara penerimaan, ada tanda bukti penerimaan, yang satu dipegang mantan pemilik burung," katanya.
Sejak ramai kampanye #Savejambulkuning, kata Wawan, BKSDA DKI Jakarta sudah menerima pengembalian burung sebanyak tujuh ekor, rinciannya enam ekor jambul kuning dan satu ekor jambul putih.
Setelah burung diterima kantor BKSDA, katanya, selanjutnya akan diserahkan ke Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, sebagai lembaga yang ditunjuk untuk merehabilitasi burung kakatua jambul kuning dan putih.
"Di jakarta ada penangkaran dan perawatan satwa yaitu di TMII. Sebelum burung dilepasliarkan, akan menunggu perkembangan selama proses rehabilitasi, apakah bisa dilepasliarkan atau ditangkar," katanya.
Burung yang ditangkar, kata Wawan, biasanya kalau terlalu jinak dan subur.
"Tapi, ini dilihat perkembangan saat rehabilitasi. Kan gak bisa satu dua hari untuk rehabilitasi. Ada metodenya tersendiri," katanya.
BKSDA mengapresiasi kesediaan warga untuk memberi informasi burung langka dan mengembalikan ke pemerintah untuk kemudian dilepasliarkan.
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?