"Ada masalah dengan ahli waris," ucapnya.
Kehidupan ibu Nasiran kian susah. Apalagi, ia harus menanggung Nasiran seorang diri.
Masalah itu yang kemudian diperkirakan melatarbelakangi keputusan ibu Nasiran meninggal rumah. Nasiran dan ibu, katanya, pergi ke kebun warisan Hasan yang lokasinya jauh dari pemukiman penduduk.
"Ada kemungkinan, sekitar tahun 2010, mereka ini pergi ke kebun yang ditinggalkan pak Hasan. Di sana ada sebuah tempat peristirahatan yang mungkin mereka gunakan untuk tinggal. Karena mereka merasa tak punya siapa-siapa lagi di desa, makanya milih tinggal di situ. Tapi apakah setelah itu mereka ada pulang ke kampung ? Saya nggak tahu persis seperti apa," katanya.
Saat ditemui suara.com, saudara dari ibu Salman mengakui dia sudah lama tidak pernah bertemu dengan keluarga Nasiran.
Itu sebabnya, dia tidak tahu persis bagaimana Nasiran dan ibu ditemukan dan kemudian dirawat di rumah sakit.
Ia mengaku sangat prihatin dengan kondisi Nasiran sekarang. Menurut dia, Nasiran dulunya tak sekurus sekarang.
"Saya cuma tahu mereka sudah di rumah sakit tiba-tiba. Kalau prosesnya bagaimana-bagaimana mereka bisa sampai dan ditemukan itu saya tidak tahu," katanya.
Persoalan Nasiran dan ibunya memang mengundang banyak tanya. Sebab, saat ditemukan tak ada satupun keluarga mereka yang dapat dihubungi. Ragam cerita pun muncul pascakeduanya sering diberitakan media.
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya yang berada di Banda Aceh, Zaiti, mengatakan Nasiran dan ibu tidak ditemukan di hutan, seperti diberita media.
"Tidak benar jika dikatakan di hutan, mereka tinggal di Desa Ie Mirah," katanya.
Menurut Zaiti, ibu Nasiran bernama Aisiah. Sekitar 15 tahun lalu, Aisiah menjadi korban pemerkosaan.
Setelah itu, Asiah tinggal bersama orang tua hingga Nasiran lahir ke bumi. Namun, saat Nasiran berusia lima tahun, nenek Nasiran meninggal dunia. Sejak itu nasib mereka terombang ambing.
"Sejak saat itu mereka mulai kehilangan arah, nggak ada tempat mengadu," ujarnya.
Terlepas dari ragam cerita itu, Nasiran dan ibunya kini membutuhkan bantuan anggota keluarga.
Ruang Serune I Rumah Sakit Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh kian banyak dikunjungi warga. Tapi, di antara sekian banyak yang melihat wajah Nasiran dan ibu, adakah anggota keluarga mereka dan mau berbagi untuk meringankan beban mereka? [Alfiansyah Ocxie]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI