Suara.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa akan meninjau kondisi anak yang diduga ditelantarkan orang tuanya di Perumahan Citra Gran Cibubur Jakarta Timur, Jumat (15/5/2015).
Direncanakan Mensos akan melihat kondisi anak tersebut yang kini diamankan di rumah aman (safe house) Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sekitar pukul 16.30 WIB.
Dugaan penelantaran anak terjadi pada AD (8) berjenis kelamin laki-laki bersama empat saudara perempuannya yang diduga dilakukan kedua orang tua kandung mereka.
Dugaan tersebut menyebar lewat media sosial hingga akhirnya polisi, KPAI dan tim dari Kementerian Sosial langsung bergerak ke lokasi dan melakukan evakuasi pada Kamis (14/5/2015).
Menurut warga sekitar, AD diusir dari rumah orang tuanya selama sebulan. Anak tersebut dirawat oleh tetangga.
Polisi akhirnya mengamankan pasangan suami istri UP yang berprofesi sebagai dosen dan NS yang merupakan ibu rumah tangga ke Mapolda Metro Jaya.
Jika orang tua tersebut terbukti menelantarkan anak, maka hak asuh anak bisa dicabut dan bisa dijerat dengan pasal di UU 35/2014 tentang perlindungan anak.
Kasus ini kemudian mendapatkan perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Kemarin, Selasa (14/5/2015) KPAI, Tim Reaksi Cepat Kementerian Sosial, Polsek Pondokgede, anggota Polda Metrojaya datang ke lokasi.
Kelima anak Utomo, sekarang dibawa ke rumah aman milik negara oleh KPAI.
Namun sejauh ini, Utomo dan istri membantah menelantarkan dan menganiaya anak-anak mereka.
Menurut Utomo, apa yang dilakukannya merupakan bagian dari cara mendidik anak. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi
-
Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!
-
Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur
-
Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara
-
MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim