Suara.com - Mahasiswa di Provinsi Lampung menuntut pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) memperbaiki tiga kebijakan yang berdampak bagi masyarakat luas, yaitu kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi, nasionalisasi aset, dan perbaikan kondisi ekonomi.
Menurut Andika, dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Lampung, di Bandarlampung, Kamis, mahasiswa menuntut dilakukan perbaikan dan pembenahan sistemik itu, sehingga diharapkan mampu membangkitkan optimisme seluruh lapisan masyarakat.
Sedangkan Korwil Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung Risma Borthon mendesak pemerintah segera melunasi janji Nawacita dan menghentikan politik transaksional.
"Hari ini kita saksikan bersama, baik di tingkat legislatif DPR semuanya sibuk mengurus kepentingan pribadi dan partai. Eksekutif di pemerintahan Jokowi-JK juga menunjukkan tidak memiliki kualitas yang selayaknya untuk memimpin negeri ini menjadi lebih baik," kata dia.
Akibat dari hal itu, ujarnya pula, rakyat dibuat lebih menderita dan cenderung diabaikan aspirasinya. Sementara presiden selaku kepala negara, malah menanggapinya dengan santai-santai saja, ujarnya pula.
Pada momentum Hari Kebangkitan Nasional, Rabu, 20 Mei 2015, sejumlah aktivis mahasiswa di Lampung menggelar aksi pawai simpatik dipusatkan di Tugu Adipura Bandarlampung.
"Pawai ini juga merupakan bentuk refleksi kami sebagai pemuda untuk kembali mengenang Hari Kebangkitan Nasional, sekaligus mendorong untuk tetap konsisten mengawal pemerintah agar tetap berada di jalur yang benar," kata Andika pula.
Para mahasiswa itu memprotes kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
Aksi diikuti puluhan mahasiswa Lampung dari berbagai universitas dan lembaga kemahasiswaan.
Dalam tuntutannya massa mahasiswa gabungan ini menuntut pemerintah agar segera merombak tiga kebijakan, yakti kenaikan harga BBM bersubsidi, menasionalisasi aset, dan memperbaiki kondisi perekonomian. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
77 Persen Perusahaan Sulit Cari Talenta, Mengapa Pendidikan Belum Selaras dengan Dunia Kerja?
-
Perawatan Tidak Ribet, Harga Mirip: Mending Suzuki Nex, Nex Cross atau Address untuk Mahasiswa?
-
Aksi 4 Mei: Kala Mahasiswi Pertanyakan Nurani Penguasa Soal Nasib Guru Honorer
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir
-
NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk
-
Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto
-
Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati