Suara.com - Sebuah laporan mengejutkan disampaikan oleh Amnesti Internasional, hari Rabu (27/5/2015). Mereka menyebut, kelompok Hamas melakukan kejahatan perang terhadap warga sipil Palestina di Jalur Gaza saat terjadi perang dengan Israel tahun lalu.
Kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada Agustus lalu mengakhiri 50 hari pertempuran antara Hamas di Gaza dan Israel. Lebih dari 2.100 warga Palestina, di mana sebagian besarnya warga sipil, tewas dalam agresi tersebut. Sementara di pihak Israel, perang menewaskan 67 tentara dan enam warga sipil.
"Pasukan Hamas melakukan penculikan, penyiksaan brutal dan pembunuhan tanpa peradilan kepada warga Palestina yang dituding "bersekongkol" dengan Israel dan perbuatan lainnya selama berlangsungnya agresi Israel terhadap Gaza," sebut kelompok pembela hak asasi manusia.
Dalam laporan tersebut, Amnesty membuat daftar kasus di mana warga Palestina dituduh Hamas membantu Israel, lalu disiksa dan dibunuh.
"Otoritas Hamas mengizinkan tentaranya melakukan penyiksaan terhadap orang-orang yang mereka tahan. Tindakan-tindakan mengerikan ini, di mana beberapa diantaranya merupakan kejahatan perang, dirancang sedemikian rupa sebagai bentuk balas dendam dan untuk menyebarkan rasa takut di Jalur Gaza," sebut Amnesty Internasional.
Perwakilan Hamas belum memberikan komentar terkait laporan yang dikeluarkan Amnesty.
Dalam laporan yang disampaikan sebelumnya pada bulan Maret, Amnesty Internasional juga mengkritisi Israel dan menuding mereka melakukan kejahatan perang selama konflik berlangsung. Selain banyaknya korban jiwa yang jatuh, sedikitnya 16.245 rumah hancur atau rusak sehingga tidak bisa digunakan kembali. (Reuters)
Berita Terkait
-
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel di Jalur Gaza
-
Blokade Gaza Total! Israel Stop Bantuan Kemanusiaan Pascaserangan Rudal Iran
-
Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil
-
Benjamin Netanyahu Perintahkan Militer Israel Caplok 70 Persen Wilayah Gaza
-
PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya