Suara.com - Dua orang anggota TNI, masing-masing Serda Leri anggota Koramil Komopa dan Prada Sholeh anggota Yonif 303/Raider, yang sebelumnya dikabarkan telah disandera oleh kelompok sipil bersenjata di Paniai, Papua akhirnya Rabu (27/5/2015) pagi berhasil meloloskan diri.
"Puji Tuhan pagi tadi kedua anggota kami sudah dapat meloloskan diri. Ini karunia yang luar biasa, tanpa pengejaran, tanpa ada kekerasan, kedua anggota tersebut bebas," ungkap Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan di Jayapura, Papua Rabu siang.
Ia menambahkan, sejak Selasa malam pihaknya telah meminta bantuan para pendeta dan pastor serta tokoh adat setempat untuk membebaskan anggotanya.
Dijelaskan Pangdam, kronologi penyanderaan itu bermula Selasa pukul 15.00 WIT, kedua anggota melakukan perjalanan dari pos Komopa menuju ke Enarotali dengan berpakaian preman tanpa dilengkapi senjata untuk berbelanja sembako dengan menumpangi speed boat milik warga Enarotali.
Saat itu turut serta di dalam speed boat yakni salah seorang warga bernama Ibu Sanadi.
Ketika berada di sekitar Kampung Eduda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua, tiba-tiba datang kelompok sipil bersenjata pimpinan Demianus Magai Yogi, kemudian mereka melakukan penyanderaan terhadap speed boat yang ditumpangi dua anggota TNI tersebut.
Sementara berdasarkan informasi Brigadir Roni Ariks, anak dari Elda Sanadi, guru di Enarotali yang juga sempat disandera bersama dua anggota TNI, sang ibu sudah dilepaskan di Kampung Darauto, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai.
Dari Roni inilah penyanderaan ini terungkap. Pasalnya, saat ia menghubungi sang ibu via ponsel, rupanya yang mengangkat ponsel bukan sang ibu melainkan suara orang lain.
"Jadi anaknya menanyakan, mama saya di mana dan dijawab mama mu sudah kami lepas akan tetapi dua orang kakakmu itu sudah kami makan jadi tidak usah kau cari," terang Pangdam.
Tak lama kemudian salah satu anggota penyandera tersebut menghubungi nomor telepon anak itu, namun Danramil Paniai Kapten Inf Junaid yang mengangkat serta, memperkenalkan dirinya.
"Saat itu Danramil menyampaikan pihaknya ingin berkordinasi secara baik. Namun orang tersebut membantah perkataan Danramil dan menjawab bahwa sudah tidak ada lagi koordinasi, sambil mematikan telepon," ucap Panglima. (Lidya Salmah)
Berita Terkait
-
Krisis Lingkungan Mengintai, Bagaimana Melibatkan Generasi Muda Agar Mau Bergerak?
-
Viral Mahasiswi Papua Meninggal di Depan Rumah Sakit, Diduga Ditolak 3 Kali karena Masalah BPJS
-
Papua Segera Punya Kereta Api, Proyek KAI Dimulai dari Jayapura
-
Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia
-
Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah