Suara.com - Beberapa pekan lalu, upaya penyelundupan kakatua jambul kuning terungkap. Dimana puluhan burung langka yang dilindungi itu dibius dan dijejalkan hidup-hidup ke dalam botol. Sontak perilaku keji terhadap si manis kakatua ini menimbulkan keprihatinan publik.
Sebuah petisi di situs www.change.org/kakatuabotol yang ditandatangani 200 ribu netizen berhasil mendesak DPR untuk segera merevisi UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.
Hal ini terungkap dalam diskusi Kongkow Ijo yang diinisiasi Green Initiative Foundation dan Change.org pada Jumat (5/6/2015) dengan tema #SaveJambulKuning.
Samedi, selaku perwakilan dari KEHATI yang juga menjadi bagian dalam Pokja Kebijakan Konservasi mengatakan bahwa undang-undang yang sudah 25 tahun dibuat belum pernah mengalami pengubahan atau revisi padahal zaman kerap mengalami perubahan di segala aspek.
"Undang-undang itu sudah kuno. Sebagian pelaku melakukan transaksi secara digital, tapi tidak ada aturan yang jelas bagaimana itu harus dilarang, sanksi yang diberikan pun sangat kecil," tuturnya di sela-sela diskusi.
Tak hanya itu, Samedi juga menyebut bahwa perdagangan satwa liar merupakan kejahatan yang terorganisir dan sangat serius. Bahkan menempati urutan ketiga setelah perdagangan narkoba dan senjata api.
"Minggu lalu, Kementerian Perhutanan dan DPR sepakat memasukkan UU ini ke dalam revisi 2016. Meski demikian kita harus kawal mereka untuk melaksanakannya dengan tepat guna," imbuh Samedi.
Sementara itu, Irma selaku perwakilan dari Unit Penanggulangan Kejahatan Satwaliar-WCS yang hadir sebagai narasumber mengatakan bahwa vonis yang dijatuhkan bagi pelaku perdagangan satwaliar sangat kecil dan tidak menimbulkan efek jera bagi mereka.
"Kebanyakan yang kami telusuri, ini dilakukan oleh pemain lama yang pernah dikurung kemudian bebas. Karena keuntungan dari penjualan satwa ini sangat besar mereka juga akan lebih cerdik mencari cara baru agar tidak tertangkap lagi," imbuhnya.
Hadir pula dalam diskusi Kongkow Ijo ini, putri ke-4 Gus Dur, Inayah Wahid. Ia menceritakan kenangannya bersama si Jacob sebelum diserahkan secara sukarela kepada negara untuk dilindungi.
"Awalnya saya nggak tahu ini boleh dipelihara atau enggak, terus kita cari tahu ke berbagai lembaga perlindungan hewan. Eh, nggak lama dari itu banyak berita tentang penyelundupan jambul kuning, lalu kami inisiatif mengembalikan ke pemerintah untuk direhabilitasi," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Hampir 1.000 Orang Ramaikan Fun Run, Dorong Wisata dan UMKM Sleman
-
BRI dan BRI Danareksa Sekuritas Sabet Gelar Prestisius di Finance Asia Awards 2026
-
Beras Premium Lenyap di Ritel Modern, Produsen Menjerit Rugi Rp2.000 Per Kilo
-
Doa Setelah Sholat Dhuha 2 Rakaat, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
-
Bukan Gagal Move On, September Band Rilis 'Lagu Rindu Untuk Kamu' untuk Obati Rasa Kehilangan
-
Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
-
Bebas Kusam! Ini 5 Body Serum Efek Tone Up untuk Tampilan Kulit Cerah
-
5 Perbedaan PIE dan PIH Bekas Jerawat dan Cara Membedakannya
-
Dari Fashion ke Wellness, Ariy Arka Menemukan Cara Baru Merawat Diri di Tengah Rutinitas
-
Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Komponen Biotik dan Abiotik di Sekitar Kita Beserta Contohnya