News / Nasional
Sabtu, 06 Juni 2015 | 15:11 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri (kanan) saat tabur bunga dalam ziarah di makam Soekarno di Blitar, Jawa Timur. [Antara]

Suara.com - Sebagai anak kandung Soekarno, Megawati Soekarnoputri dinilai perlu ikut memberi penjelasan kepada publik mengenai tempat lahir tokoh proklamator Kemerdekaan RI tersebut.

Hal itu dikatakan oleh anggota Biro Politik PDI Perjuangan (PDIP), Hamid Basyaib, usai menghadiri diskusi "Bung Karno Lahir di Mana? Bagaimana Kita Memperlakukan Sejarah", di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2015).

"Ya, kalau Ibu Mega mau meluruskan (tempat lahir Bung Karno di Surabaya), bisa. Tentu boleh. Enggak, juga nggak apa-apa. Kan sudah diluruskan sendiri oleh yang salah (Sukardi Rinakit)," ujar Hamid.

Dikatakan Hamid, memang ada juga perbedaan pernyataan di antara anak kandung Soekarno yang lain mengenai tempat lahir ayah mereka. Sehubungan dengan itu, Megawati yang merupakan Ketua Umum PDIP, dinilai pantas mengklarifikasi kelahiran ayahnya, menurut apa yang dia ketahui.

"Boleh saja. Kan Bu Rachma juga sebagai anak sudah mengklarifikasi, dan penulisnya sudah mengklarifikasi. Pak Guruh pada 2013 juga sudah meminta kepada pemerintah (untuk) meluruskan masalah tempat lahir Bung Karno," katanya.

Hamid menambahkan, pihak yang harus bertanggung jawab soal kekeliruan tempat lahirnya Bung Karno dalam pidato itu adalah Tim Komunikasi Jokowi. Pasalnya, PDIP sendiri menurut Hamid, meyakini jika presiden pertama Indonesia itu lahir di Surabaya, pada tanggal 6 Juni 1901.

"Kalau PDIP, jelas meyakini Surabaya. Jadi memang Tim Komunikasi itu keliru. Tentu kita berharap nanti lebih cermat dan hati-hati," kata Hamid.

Load More