Suara.com - Sebagai anak kandung Soekarno, Megawati Soekarnoputri dinilai perlu ikut memberi penjelasan kepada publik mengenai tempat lahir tokoh proklamator Kemerdekaan RI tersebut.
Hal itu dikatakan oleh anggota Biro Politik PDI Perjuangan (PDIP), Hamid Basyaib, usai menghadiri diskusi "Bung Karno Lahir di Mana? Bagaimana Kita Memperlakukan Sejarah", di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2015).
"Ya, kalau Ibu Mega mau meluruskan (tempat lahir Bung Karno di Surabaya), bisa. Tentu boleh. Enggak, juga nggak apa-apa. Kan sudah diluruskan sendiri oleh yang salah (Sukardi Rinakit)," ujar Hamid.
Dikatakan Hamid, memang ada juga perbedaan pernyataan di antara anak kandung Soekarno yang lain mengenai tempat lahir ayah mereka. Sehubungan dengan itu, Megawati yang merupakan Ketua Umum PDIP, dinilai pantas mengklarifikasi kelahiran ayahnya, menurut apa yang dia ketahui.
"Boleh saja. Kan Bu Rachma juga sebagai anak sudah mengklarifikasi, dan penulisnya sudah mengklarifikasi. Pak Guruh pada 2013 juga sudah meminta kepada pemerintah (untuk) meluruskan masalah tempat lahir Bung Karno," katanya.
Hamid menambahkan, pihak yang harus bertanggung jawab soal kekeliruan tempat lahirnya Bung Karno dalam pidato itu adalah Tim Komunikasi Jokowi. Pasalnya, PDIP sendiri menurut Hamid, meyakini jika presiden pertama Indonesia itu lahir di Surabaya, pada tanggal 6 Juni 1901.
"Kalau PDIP, jelas meyakini Surabaya. Jadi memang Tim Komunikasi itu keliru. Tentu kita berharap nanti lebih cermat dan hati-hati," kata Hamid.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat