Suara.com - Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri, angkat bicara mengenai kekeliruan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan jika mantan Presiden Soekarno lahir di Blitar, saat berpidato dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2015) lalu.
Seharusnya, kata Rachmawati, Jokowi harus teliti dahulu ketika diberikan naskah pidato oleh Tim Komunikasi Kepresidenan. Anak ketiga dari tokoh proklamator Kemerdekaan RI itu bahkan menilai tidak etis jika Kepala Negara melempar kesalahan kepada pembantunya.
"Jangan disalahkan (yang) membuat naskah. Presiden harus mempunyai intuisi. Baca dulu. Kalau dia tidak yakin (Soekarno lahir di Blitar), coret," tutur Rachmawati, saat ditemui dalam acara peringatan 114 Tahun Hari Kelahiran Soekarno, di Universitas Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2015).
Untuk mengoreksi kesalahan itu, Rachma menegaskan bahwa Presiden RI pertama yang sekaligus ayahandanya itu, lahir di Surabaya, pada 6 Juni 1901.
Lebih jauh, Rachma melihat bahwa bukan pertama kalinya Jokowi membuat kesalahan. Menurutnya, Jokowi sudah pernah membubuhkan tanda tangan tanpa melihat isi dan substansi kebijakan yang ditandatanganinya itu. Kemudian, Jokowi juga diketahui pernah menyinggung soal utang Indonesia di Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Pembangunan Asia (ADB) yang mendapat kritikan dari Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Ini sudah yang ketiga kalinya. Jangan sampai nanti kepeleset lagi. Saya menyatakan, dari situ kita bisa menilai kapasitas dia (Jokowi) seperti apa," tegasnya.
Sebelumnya diketahui, Jokowi sempat menyebut bahwa kota kelahiran Bung Karno adalah Blitar. Kekeliruan itu diucapkan Jokowi saat Peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni lalu, di Blitar, Jawa Timur. Padahal sebenarnya, presiden pertama Indonesia itu dilahirkan di Surabaya.
Anggota Tim Komunikasi Publik Presiden Jokowi, Sukardi Rinakit, belakangan mengaku sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas salah ucap Jokowi ihwal kota kelahiran Bung Karno. Sukardi juga meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya kepada keluarga Bung Karno. Ke depan, Sukardi berjanji akan berhati-hati dalam memberikan informasi, khususnya yang berkaitan dengan perjalanan sejarah bangsa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pandu Wiguna Gabung Dewa United, Dikontrak 4 Tahun!
-
Selangkah Lagi Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji, Saudia Airlines Mulai Cek Kesiapan
-
Terungkap! Kode Rahasia Rektor Unsoed Ahmad Sodiq untuk Terima Uang 'Titipan' Mahasiswa Baru
-
Gabung Grup Maut AVC Women's 2026, Begini Peluang Timnas Voli Putri Indonesia
-
Orang Mulai Curhat ke Chatbot, Psikolog UGM: Profesi Kami Bisa Tergeser AI
-
Rektor Jadi Tersangka, KPK Bongkar Korupsi Penerimaan Mahasiswa Unsoed
-
HP Xiaomi RAM 12 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan untuk Multitasking Berat dan Fotografi Terbaik
-
Konflik Keraton Solo Memanas! Kubu PB XIV Purboyo Layangkan Somasi ke Gusti Moeng
-
Gibran Turun Gunung, Cicilan Utang Korban Gempa NTT Bakal Dapat Kelonggaran
-
Kritik Manis PAW Patrol: The Dino Movie: Kenapa Anak-anak Harus Selalu Terlihat Berguna?