Suara.com - Perdana Menteri Prancis Manuel Valls, menuai kecaman karena memakai jet pemerintah untuk pergi ke Berlin menonton final sepak bola Liga Champions bersama dua putranya pada akhir pekan lalu.
Pada Selasa (10/6/2015) politisi oposisi mendesak Valls agar meminta maaf dan mengganti biaya perjalanan ke Berlin tersebut.
PM dari partai Sosialis Prancis yang lahir di Barcelona pada 1962 itu, adalah pengagum berat Barca, tim bola Spanyol yang menang dalam kompetisi paling bergengsi di Eropa melawan Juventus dari Italia dengan skor 3-1 pada Sabtu (6/6/2015).
Namun Valls, membela diri atas tuduhan memanfaatkan fasilitas jet Falcon untuk menonton pertandingan itu dengan mengatakan bahwa olah raga memainkan "peran sangat penting" dan bersyukur atas kejuaraan internasional yang tahun depan menempatkan Prancis sebagai tuan rumah. Ia mengacu pada kejuaraan Euro 2016, yang akan berlangsung di Prancis.
"Peran Perdana Menteri adalah mendukung peristiwa-peristiwa besar ini bagi Prancis" ia menambahkan penjelasannya.
Dan, ternyata Presiden Prancis Francois Hollande menerima pembelaan diri PM tersebut pada Senin dengan mengatakan bahwa Valls sedang melakukan perjalanan resmi untuk bertemu dengan Badan Sepak Bola Eropa UEFA.
Hollande mengatakan Valls mendiskusikan beberapa persoalan untuk menjadi tuan rumah kejuaraan piala Eropa serta skandal korupsi di FIFA.
"Tujuannya bukan pergi untuk mendukung Barca, tetapi mewakili Prancis," kata Menteri urusan olahraga Thierry Braillard.
Seorang juru bicara UEFA pada Selasa membenarkan bahwa Valls diundang ke Berlin oleh ketua UEFA, Michel Platini, untuk membicarakan "Euro 2016". Mengenai kehadiran kedua putranya di pesawat, tim Valls membela tidak ada tambahan biaya karena di dalam pesawat banyak kursi kosong.
"Kehadiran putra-putra di atas pesawat tidak membebani tambahan biaya apapun bagi penerbangan," kata sumber di kantor PM.
"Kami tahu bahwa dua putranya kut perjalanan ke Berlin, Valls harus mengembalikan biayanya," tulis anggota parlemen dari Partai Republikan, yang merupakan pihak oposisi, Thiery Mariani di twitter.
Seorang menteri anggaran pernah dipaksa mundur karena kedapatan menyimpan jutaan euro di rekening bank Swiss dan seorang penasehat presiden mengundurkan diri karena dituduh melakukan konflik kepentingan termasuk mengambil keuntungan memanfaatkan dana untuk menyemir sepatunya. (Antara/AFP)
Tag
Berita Terkait
-
Liam Rosenior Bongkar Jurus Chelsea Benamkan Napoli di Stadion Diego Maradona
-
Sundulan Maut Robek Gawang Real Madrid, Anatoliy Trubin: Tiba-tiba Saya Disuruh Maju
-
Dominasi Inggris di Liga Champions: 5 Tim Premier League Lolos, Juara Bertahan Lalui Playoff
-
Tak Punya Pembelaan, Jan Oblak Persilahkan Fans Kritik Atletico Madrid usai Kalah dari Bodo/Glimt
-
Deretan Fakta Menarik Matchday Terliar Liga Champions 2025/2026 Tadi Malam
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Intai Jakarta Hari Ini
-
Prabowo Bahas Rencana Groundbreaking 141 Ribu Unit Rumah Subsidi, Bakal Serap 80 Ribu Tenaga Kerja
-
Terjebak di Angka 5 Persen, Burhanuddin Abdullah Sebut Ekonomi RI Alami Inersia
-
Buntut Kasus Es Gabus, Babinsa Kemayoran Dijatuhi Sanksi Disiplin Berat dan Ditahan 21 Hari
-
Gus Yahya Tempuh Jalan Islah, Imam Jazuli: Pengakuan De Facto Otoritas Syuriyah
-
Genangan Surut, Jalan Daan Mogot Sudah Bisa Dilintasi Kendaraan
-
BMKG: Jabodetabek di Puncak Musim Hujan, Waspada Cuaca Ekstrem hingga Mei 2026
-
KPK: Pemeriksaan Gus Alex oleh Auditor BPK Fokus Hitung Kerugian Negara
-
Vonis 6 Bulan untuk Demonstran: Lega Orang Tua, Tapi Ada yang Janggal Soal Kekerasan Polisi!
-
Banjir Jakarta Meluas Kamis Malam: 46 RT dan 13 Ruas Jalan Terendam