Suara.com - Partai Persatuan Pembangunan kubu Djan Faridz mempertimbangkan untuk mencabut keanggotaan Lukman Hakim Saifuddin dari PPP. Sebab, Menteri Agama ini dinilai sering menyampaikan pernyataan kontroversial.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi Jawa Timur Aan Anshori mengatakan alasan mengeluarkan ancaman pemecatan yang dilontarkan oleh juru bicara PPP Fernita Darwis sangat tidak relevan.
Lukman dinilai telah meresahkan umat Islam, misalnya dengan pernyataan mengizinkan jemaah Syiah menggunakan gedung Kementerian Agama, qiraat langgam Jawa, sikap terhadap Bahai, dan meminta publik menghormati orang yang tidak puasa.
"Bagi saya, Fernita berlebihan saat mengatasnamakan umat Islam Indonesia. Mereka tidak resah apalagi marah. Buktinya Indonesia tetap adem ayem. Polemik di media merupakan hal lumrah," ujar Aan, Minggu (14/6/2015).
Menurut Dewan Ahli Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Jawa Timur itu, umat Islam sekarang sudah dewasa dalam merespon hal-hal yang berkaitan dengan isu-isu keagamaan.
Aan mengatakan pernyataan Lukman Hakim justru menunjukkan kualitas sebagai seorang pejabat publik yang dewasa dan mengayomi.
Terkait dengan Bahai diakui sebagai Agama, menurut Aan hal tersebut harus perlu disambut gembira, mengingat Bahai sudah lama mendapat diskriminasi dari Negara.
"Saya juga meminta Menteri Agama terus mengambil langkah agar keadilan juga diterima oleh agama atau kepercayaan lainnya, misalnya Parmalim dan Sunda Wiwitan. Soal qiraat langgam Jawa, Fernita dan mungkin seluruh elit PPP nampaknya perlu banyak belajar lagi tentang agama Islam dengan semangat ukhuwah wathaniyah (nasionalisme) dan ukhuwah basyariah (humanisme). Mempelajari kembali Islam secara benar dan tidak emosional akan membuat Fernita terbebas dari upaya mempermalukan diri mereka sendiri," katanya.
Aan mengapresiasi sikap Lukman yang mengajak menghormati orang yang tidak berpuasa. Pernyataan itu, kata Lukman, menunjukkan kearifan sebagai seorang muslim dan pejabat negara.
Melalui pernyataan itu, menurut Aan, Lukman Hakim ingin mengatakan bahwa dia bukan hanya menteri milik orang yang berpuasa saja, melainkan juga milik orang yang tidak berpuasa.
"Soal fasilitasi pertemuan Syiah di gedung Kemenag, kebijakan Menteri Agama harus didukung sebagai ijtihad dalam menyelesaikan persoalan melalui dialog. Upayanya ini justru sejalan dengan nawacita Jokowi-JK, terutama dalam kerangka NKRI. Saya tidak tahu, Islam mana yang tengah direpresentasi oleh Fernita Darwis dan PPP versi Djan Faridz. Semoga mereka berhenti mempolitisasi agama," kata dia. (Yovie Wicaksono)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Trump Ancam Lumpuhkan Listrik Iran Jika Selat Hormuz Tak Segera Dibuka
-
Pengamat Uhamka Nilai Indonesia Terancam Terjebak Invisible Trap di Tengah Konflik Iran-AS
-
Jeritan Warga Iran Setelah Satu Bulan Digempur Amerika dan Israel
-
Ngomong Kotor dan Puji Allah saat Ancam Iran, Trump Dinilai Makin Frustrasi
-
Indonesia dalam Pusaran Waste Colonialism: Saat Limbah Global Berlabuh di Negeri Sendiri
-
Menlu Iran: Amerika Lakukan Kejahatan Perang!
-
Menag Minta Tambahan Anggaran Rp 24,8 Triliun, Ribuan Madrasah Akan Direvitalisasi
-
Viral! 17 Tahun Bekerja Berujung Dipecat Gegara Gagalkan Pencurian Coklat Paskah
-
Tak Banyak Omong, Lobi Ajaib Anwar Ibrahim Bikin Kapal Petronas Bebas Lewat Selat Hormuz
-
SBY Ingat Kirim AHY dan 2 Prajurit Muda ke Lebanon, Kini Jadi Menteri-menteri Prabowo