Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mewaspadai potensi konflik menjelang dan setelah pilkada serentak yang akan diselenggarakan 9 Desember 2015.
"Di sini kami ikut mewaspadai kemungkinan terjadinya konflik sosial saat pilkada serentak nanti," ujar Tjahjo saat rapat kerja dengan Komisi II DPR di gedung MPR/DPR, Selasa (23/6/2015).
Menurut Tjahjo konflik, khususnya fisik, dapat saja terjadi mengingat pilkada berlangsung bersamaan dan masyarakat pada waktu itu terbagi-bagi ke calon masing-masing.
Tjahjo mengungkapkan ada sekitar 50 kabupaten atau kota yang sampai sekarang belum siap menyelenggarakan pilkada. Sarana dan prasarana penyelenggaraan pemilu belum memadai dan KPUD juga belum benar-benar siap.
"Sampai sekarang kita masih menemukan sekitar 50 daerah yang belum siap untuk pilkada serentak, baik dari sarana maupun lembaganya," kata Tjahjo.
Tjahjo menambahkan Kementerian Dalam Negeri sudah memiliki strategi untuk mengatasi konflik.
"Kami sudah ada beberapa strategi untuk meredam dan mengatasi konflik yang kelak mungkin terjadi karena pilkada serentak. Poin yang pasti, kita akan berkoordinasi dengan aparat setempat, dan menggandeng para tokoh masyarakat untuk membantu mengamankan jalannya pilkada serentak," ujar Tjahjo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Diisukan Bakal Digeser dari KSP Saat Reshuffle Kabinet Hari Ini, Qodari Bilang Begini
-
Misteri Motif Penyiraman Air Keras di Cengkareng, Satu Orang Pelaku Kini Diperiksa Intensif
-
Awali Kunjungan di Papua Barat Daya, Mendagri Tito Tinjau Kawasan Pusat Pemerintahan
-
Persija Wajib Kalahkan Persis di GBK, Mauricio Souza Fokus Benahi Penyelesaian Akhir
-
Harga Minyak Makin Amburadul Gara-gara Iran Perketat Blokir Selat Hormuz
-
Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, Pemprov DKI Siapkan 3 Rusun dan Fasilitas Lengkap
-
Jujur Janggal! Secret Service Biarkan Trump Duduk Manis Saat Tembakan Pertama Meletus
-
Sorot Kekerasan Ekstrem di Jalur Angkot Tanah Abang, Anggota DPRD Kevin Wu: Alarm Serius Bagi DKI
-
Isu Reshuffle Sore Ini: Qodari Dikabarkan Geser ke Bakom RI, Dudung Abdurachman Masuk KSP?
-
Kata-kata Berani Penembak di Gala Dinner Donald Trump