Suara.com - Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Sosial mengimbau kepada masyarakat tidak memberikan uang kepada pengemis di jalanan. Terutama saat Ramadan.
Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan Kismoyohadi mengatakan itu melanggar Perda 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Pemberian uang juga bisa menimbulkan permasalahan sosial sebab akan timbul anggapan bahwa mencari uang di jalanan Jakarta itu mudah.
"Para pengemis bisa meraup jutaan rupiah perhari, sedangkan orang lain bekerja keras untuk dapat itu. Ini sama saja membiarkan kemalasan tetap ada di dalam diri mereka," ujar Kismoyohadi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (23/6/2015).
Akibatnya, dia melanjutkan, akan semakin banyak pengemis yang beroperasi di wilayah Ibu Kota. Banyaknya pemasukan pengemis di awal Ramadan ini dibuktikan dengan ditangkapnya seorang pengemis yang membawa uang Rp2 juta di wilayah Kecamatan Pesanggarahan, Jakarta Selatan.
Pengemis tersebut bernama Husin yang mengaku datang dari parung, Bogor dan datang ke Jakarta untuk meminta belas kasihan orang lain. Dia kemudian dijangkau oleh Sudin Sosial bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja.
"Kami sudah memantaunya beberapa waktu yang lalu, sebab kami juga mendapatkan laporan dari masyarakat. Pada hari ini, Selasa (23/6), Husin kami bawa ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya untuk diberikan pembinaan," ujar Kismoyohadi.
Menurut dia, saat dijangkau, pengemis itu menyimpan uangnya dengan rapi, yang membuat pihak sudin mudah dalam melakukan penghitungan.
"Awalnya dia sempat menolak bila uangnya dihitung. Namun kami berhasil membujuknya agar uang tersebut dititipkan," ujar Kismoyo.
Sementara menurut data Dinas Sosial DKI Jakarta, ada 56 pengemis yang telah dijangkau sampai pertengahan bulan Juni 2015, yang membuat total jumlah pengemis yang telah ditertibkan sepanjang bulan Januari hingga Juni 2015 adalah 464 orang.
Sepanjang bulan Juni 2015, ada 465 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang dijangkau oleh Dinsos DKI. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek