Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sudah mendeteksi kawasan Bekasi dan Tangerang dijadikan tempat bagi sarang teroris dan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) cabang Indonesia.
Kendati demikian, keberadaan kelompok ini diakui Kapolda Metro Jaya Tito Karnavian, tidak perlu dikhawatirkan.
Tito Karnavian mengatakan telah mengetahui seluk beluk organisasi yang beraktivitas di wilayahnya.
"Kita sudah tahu petanya, orang-orangnya, kita kerjasama BNPT dan Densus melakukan monitoring, pendekatan kepada mereka secara persuasif. Monitoring, kalau mereka berbuat salah ya tindak, selesai," kata Tito di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (25/6/2015).
Saat ini, dikatakan Tito, Polda Metro Jaya tengah melakukan pendekatan secara damai terhadap orang-orang yang diketahui terlibatb dalam jaringan ISIS di Indonesia. Pendekatan secara persuasif dilakukan untuk mencegah adanya tindakan teror.
"Kita sudah tahu jaringannya. Kita lakukan langkah terus sekarang. Nanti kalau berbuat salah ya ditangkap, kalau tidak salah ya tidak ditangkap," kata Tito.
Terpopuler
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu Terdekat di Jakarta
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Polda Metro Jaya Kerahkan 1.255 Personel Amankan Persija vs Borneo FC di JIS
-
Wajah Baru Musrenbang Semarang: Fokus Kebutuhan Riil Warga di Lapangan
-
Skandal Suap CPO: Hakim Sebut Syafei Hanya Perantara, Pemilik Korporasi Besar Masih Bebas?
-
Praperadilan Paulus Tannos dalam Kasus E-KTP Ditolak Hakim, Ini Alasannya
-
75 Ribu Pelajar Bandung Terindikasi Gangguan Mental, Alarm Serius untuk Sekolah dan Keluarga
-
Selain Mantan Presiden dan Mantan Wapres, Prabowo Juga Undang Ketum Parpol ke Istana
-
Terbukti Siapkan Rp20 Miliar untuk Suap Hakim, Eks Petinggi Wilmar Divonis 6 Tahun Penjara
-
Harga Minyak Dunia Terancam Melambung, Pemerintah Diwanti-wanti Tak Naikkan BBM Saat Lebaran
-
Revisi UU Ketenagakerjaan, DPR Janji Libatkan Buruh dan Pengusaha
-
Perkara Eks Dirut Indofarma, Guru Besar Hukum UII: Tak Ada Unsur Mens Rea