Suara.com - Juara dunia bertahan Lewis Hamilton memenangi Grand Prix Britania untuk kedua kalinya secara beruntun pada Minggu, untuk memperbesar keunggulannya di klasemen atas rekan setimnya di Mercedes Nico Rosberg.
Hamilton -- pebalap Britania Raya pertama sejak David Coulthard pada 1999/2000 yang meraih dua kemenangan beruntun di balap ini -- unggul sepuluh detik atas Rosberg saat Mercedes mengamankan finis satu-dua, di mana pebalap Ferrari Sebastian Vettel menduduki peringkat ketiga.
Hamilton kini mengoleksi 194 angka dan unggul sepuluh angka atas Rosberg, yang memangkas jarak itu menjadi sepuluh angka menjelang akhir pekan ini.
Memulihkan diri setelah sempat kehilangan keuntungannya dari start terdepan ketika balap dimulai, Hamilton bangkit menuju persaingan dan meraih keunggulan melalui strategi pit stopnya untuk menang dengan keunggulan 10,956 detik.
Ini merupakan kemenangan ketiganya pada balap di kampung halamannya, kemenangan kelimanya tahun ini, dan kemenangan ke-38 dalam karirnya.
Juara empat kali Vettel mengambil keuntungan penuh dari perubahan kondisi-kondisi dengan menyamai catatan waktu di pit stop untuk mengganti ke ban intermediate untuk finis di posisi ketiga.
Pebalap Brazil Felipe Massa, yang memimpin dari start sampai lap ke-20, mengakhiri balap dengan menduduki posisi keempat dengan mengungguli rekan setimnya di Williams Valtteri Bottas asal Finlandia, pebalap Rusia Daniil Kvyat dari Red Bull, dan pebalap Jerman Nico Hulkenberg, yang finis di posisi ketujuh untuk Force India.
Pebalap asal Finlandia Kimi Raikkonen berada di urutan kedelapan untuk Ferrari, setelah masuk pit lebih awal untuk mengganti ban intermediate yang gagal menuai hasil, mengungguli pebalap Meksiko Sergio Perez pada Force India kedua, dan juara dunia dua kali asal Spanyol Fernando Alonso, yang meraih nilai pertamanya di tahun ini dengan finis di posisi kesepuluh untuk tim McLaren Honda yang tengah terpuruk.
Balap sempat diintervensi 'Safety Car' pada putaran pembuka setelah tabrakan beruntun yang menyingkirkan kedua mobil Lotus, dan rekan setim Alonso asal Britania Jenson Button. [Antara]
Berita Terkait
-
Akankah Max Verstappen Tinggalkan Red Bull? Ucapan Lama soal GP Kembali Disorot
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Pembalap McLaren Oscar Piastri Amankan Posisi Kedua GP Jepang 2026
-
Terungkap! Performa Red Bull Bukan Alasan Max Verstappen Ingin Pensiun
-
Max Verstappen Isyaratkan Pensiun, Regulasi F1 2026 Dinilai Rusak Esensi Balap
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Fakta Mengerikan Penembakan 8 Anak di AS: Pelaku Eks Tentara, 7 Korban Anak Kandung Tersangka
-
Horor di Louisiana! Penembakan Brutal Tewaskan 8 Anak, TKP di 3 Rumah
-
Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin
-
Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu
-
Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
-
Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah
-
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima