News / Metropolitan
Selasa, 07 Juli 2015 | 12:10 WIB
Majelis Ulama Indonesia

Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Amirsyah Tambunan ikut menanggapi aksi sahur keliling atau dikenal sebagai sahur on the road yang sering ternodai oleh tawuran atau kebut-kebutan.

Amir mengatakan ada tiga hal penting yang harus dilakukan pada waktu sahur yaitu niat, cara, dan perilaku.

"Karena itu kalau caranya dilakukan dengan tidak sesuai etika, akhlak, perilaku yang menampilkan tidak sesuai etika moral akhlak, maka di mana dia barokahnya itu. Karena sahur itu sebagaimana pesan Rasulullah adalah barokah," kata Amir di Polda Metro Jaya, Selasa (7/7/2015).

Dalam Islam, menurutnya, sahur di rumah bersama keluarga merupakan satu bentuk edukasi kepada anak. Untuk itu, dia mengimbau agar orangtua melarang anak-anak ikut sahur keliling.

"Karena di sinilah satu bentuk edukasi bersama anak anak berkumpul makan bersama, memberikan wejangan orang tua yang mungkin seharian tidak ketemu," kata Amir.

Dengan sahur bersama keluarga, katanya, orangtua bisa mengajak anak untuk membaca Al Quran dan Tadarus.

"Itu kan bagus. saya membiasakan sehabis sahur ngaji dengan anak anak. SOTR ngajinya di mana? ini yang jadi pertanyaan yang harus direnungkan oleh para remaja. Oleh karena itu saya mengimbau janganlah sahur dijadikan ajang untuk hura hura," kata dia.

Tag

Load More