Suara.com - Polisi masih mendalami dugaan penembakan yang terjadi di gedung MNC Tower di Jalan Kebon Sirih No 21-27, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2015).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Muhammad Iqbal belum bisa menjelaskan dugaan penembakan dalam insiden itu. Menurutnya, pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan di lokasi tersebut.
"Belum dipastikan itu (kejadian di MNC Tower) penembakan. Masih dilakukan proses olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi," kata Iqbal kepada wartawan melalui pesan singkat.
Iqbal menyangkal jika yang menyasar kaca Gedung Financial Centre MNC Tower di lantai 8 itu menggunakan peluru karet. Dia memastikan tidak ada satu peluru yang bersarang di kaca gedung MNC tersebut.
"Sorry, yang tertulis (di media) peluru karet itu salah. Yang benar adalah karet saja. Jadi tidak ada kata pelurunya," kata dia.
Saat ini polisi masih menggelar olah TKP dam memeriksa saksi-saksi di lokasi yang diduga telah terjadi penembakan.
"Tidak ada bekas peluru. Intinya kami masih olah TKP, memeriksa saksi-saksi, dan memanggil petugas Labfor (Laboratorium Forensik) untuk menententukan lubang kaca itu akibat apa," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Kapolres Jakarta Pusat Hendro Pandowo menegaskan kalau peristiwa itu bukanlan penembakan, melainkan hanya benturan gondola dengan kaca gedung.
Saat dihubungi suara.com, Hendro memastikan kalau pecahan kaca di gedung tersebut adalah benturan ancara kaca dan gondola.
“Sudah kami periksa dan identik kalau bentuk pecahan kaca mirip dengan gondola, perkembangan terakhir tidak ada penembakkan,” katanya melalui sambungan telepon, Selasa (7/7/2015).
Dia juga memastikan kalau dalam pemeiksaan sementara polisi tidak ditemukan bekas pecahan peluru di lantai tersebut.
Gedung MNC Financial Center terletak satu kompleks dengan MNC Tower di Jl Kebon Sirih. Gedung ini menjadi pusat kantor keuangan grup MNC seperti manajemen aset, multifinance, asuransi umum, asuransi jiwa, sekuritas dan bank.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara