News / Metropolitan
Selasa, 07 Juli 2015 | 15:51 WIB
Ilustrasi. [shutterstock]

Suara.com - Polisi masih mendalami dugaan penembakan yang terjadi di gedung MNC Tower di Jalan Kebon Sirih No 21-27, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2015).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Muhammad Iqbal belum bisa menjelaskan dugaan penembakan dalam insiden itu. Menurutnya, pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan di lokasi tersebut.

‎"Belum dipastikan itu (kejadian di MNC Tower) penembakan. Masih dilakukan proses olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi," kata Iqbal kepada wartawan melalui pesan singkat.

Iqbal menyangkal jika yang menyasar kaca Gedung Financial Centre MNC Tower di lantai 8 itu menggunakan peluru karet. Dia memastikan tidak ada satu peluru yang bersarang di kaca gedung MNC tersebut.

"‎Sorry, yang tertulis (di media) peluru karet itu salah. Yang benar adalah karet saja. Jadi tidak ada kata pelurunya," kata dia.

Saat ini polisi masih menggelar olah TKP dam memeriksa saksi-saksi di lokasi yang diduga telah terjadi penembakan.

"Tidak ada bekas peluru. ‎Intinya kami masih olah TKP, memeriksa saksi-saksi, dan memanggil petugas Labfor (Laboratorium Forensik) untuk menententukan lubang kaca itu akibat apa," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolres Jakarta Pusat Hendro Pandowo menegaskan kalau peristiwa itu bukanlan penembakan, melainkan hanya benturan gondola dengan kaca gedung.

Saat dihubungi suara.com, Hendro memastikan kalau pecahan kaca di gedung tersebut adalah benturan ancara kaca dan gondola.

“Sudah kami periksa dan identik kalau bentuk pecahan kaca mirip dengan gondola, perkembangan terakhir tidak ada penembakkan,” katanya melalui sambungan telepon, Selasa (7/7/2015).

Dia juga memastikan kalau dalam pemeiksaan sementara polisi tidak ditemukan bekas pecahan peluru di lantai tersebut.

Gedung MNC Financial Center terletak satu kompleks dengan MNC Tower di Jl Kebon Sirih. Gedung ini menjadi pusat kantor keuangan grup MNC seperti manajemen aset, multifinance, asuransi umum, asuransi jiwa, sekuritas dan bank.

Load More