Suara.com - Demam upaya mendorong legalitas pernikahan sesama jenis kelamin kini juga terjadi di Korea Selatan, menyusul Mahkamah Agung AS, pada Juni 2015 lalu, mengizinkan pasangan gay dan lesbian untuk menikah di seluruh negara bagian
Pengadilan di distrik bagian barat kota Seoul, seperti dilansir dari Pinknews pada Rabu (8/7/2015), memulai proses persidangan awal atas gugatan pelarangan pernikahan sesama jenis oleh Pemerintah Korea Selatan.
Sutradara film sekaligus aktivis LGBT Korsel, Kim Jho Gwang-soo bersama pasangannya Kim Seung-hwan, adalah orang mengajukan gugatan dan sudah mulai dibahas oleh pengadilan setempat.
Pasangan ini menjadi pasangan pertama di Asia yang mempublikasikan pernikahannya ke publik.
Meskipun sadar pernikahan mereka bakal ditolak, mereka tetap menggelar pesta pernikahan pada September 2013 dan terus mencoba mendaftarkannya di kantor distrik setempat.
Karena ditolak, pasangan ini memutuskan untuk menggugat aturan undang-undang pernikahan yang melarang pernikahan sejenis.
Keduanya sengaja datang ke pengadilan pekan ini dengan menggunakan lencana bermotif pelangi.
Mereka menyebutnya, kalau hari dimana meerka menggugat ke pengadilan adalah ‘hari krusial’ buat Korea Selatan.
Seperti diberitakan sebelumnya, gugatan atas larangan pernikahan sesama jenis mulai berlangsung di sejumlah negara di dunia.
Mahkamah Agung Amerika sudah menyatakan kalau pernikahan sejenis diizinkan, sementara di Australia, pengadilan federal belum mengizinkan keputusan tersebut dan masih menganggapnya haram dan melanggar undang-undang negeri kangguru itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Daftar Pengusaha Rokok Dibidik KPK di Kasus Bea Cukai, dari Haji Her hingga Rokhmawan
-
Menteri PPPA Kecam Dugaan Pelecehan di FH UI, Minta Pelaku Dihukum Tegas Sesuai UU TPKS
-
Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?
-
Menhaj Pastikan Wacana War Tiket Haji Tak Hapus Antrean Jemaah Lama
-
DPR Minta Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Diproses Tegas Sesuai Aturan
-
Dino Patti Djalal: RI Perlu Belajar dari Pakistan, Berani Kritik AS dan Tegakkan Prinsip
-
Bukan Sekadar Melintas, Pesawat Militer AS Dikhawatirkan 'Scanning' Data Rahasia Indonesia
-
Usai Diperiksa KPK, Faizal Assegaf Laporkan Jubir KPK ke Polda Metro Jaya
-
Heboh Kasus Pelecehan FH UI, Sosiolog Bongkar Bahaya Maskulinitas Toksik di Kampus
-
Mengenal Gajah Juanda, Saat Trotoar Bogor Menjadi Arena 'Skakmat' di Tengah Deru Kota